Tautan-tautan Akses

Kamboja Resmikan Tugu Peringatan di Museum Genosida Khmer Merah


Chum Mey (kanan), seorang penyintas dari kekejaman rejim Khmer Merah dan mantan narapidana penjara S-21 yang sekarang menjadi Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Penh, Kamboja, menghadiri upacara peresmian tugu peringatan di depan museum tersebut, 26 Maret 2015 (Foto: REUTERS/Samrang Pring)

Chum Mey (kanan), seorang penyintas dari kekejaman rejim Khmer Merah dan mantan narapidana penjara S-21 yang sekarang menjadi Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Penh, Kamboja, menghadiri upacara peresmian tugu peringatan di depan museum tersebut, 26 Maret 2015 (Foto: REUTERS/Samrang Pring)

Biksu-biksu Budha melantunkan puja-puji dalam upacara hari Kamis (26/3) yang dihadiri deputi perdana menteri dan wakil-wakil dari PBB serta entitas pengadilan Khmer Merah.

Para pejabat Kamboja meresmikan sebuah tugu peringatan di Museum Genosida Toul Sleng, memperingati sedikitnya 12 ribu orang yang telah disiksa dan dibunuh di lokasi itu, sewaktu tempat tersebut berfungsi sebagai penjara pemerintah Khmer Merah.

Biksu-biksu Budha melantunkan puja-puji dalam upacara hari Kamis itu, yang dihadiri deputi perdana menteri dan wakil-wakil dari PBB serta entitas pengadilan Khmer Merah.

Museum yang sebelumnya adalah sekolah menengah di ibukota Phnom Penh itu, dijadikan penjara setelah Khmer Merah merebut kekuasaan pada tahun 1975.

Dari perkiraan sekitar 16 ribu pria, wanita dan anak-anak yang melewati gerbang penjara itu, hanya sedikit saja yang selamat dan bertahan hidup.

Diperkirakan 1,7 juta orang gugur sebagai akibat berbagai kebijakan radikal Khmer Merah dari tahun 1975 hingga 1979. Stupa Budha menggantikan sebuah tugu serupa yang telah hancur di dalam kompleks museum Tuol Sleng itu.

XS
SM
MD
LG