Tautan-tautan Akses

Kamboja Berkabung atas Meninggalnya Sihanouk


Warga Kamboja yang berduka cita atas wafatnya mantan Raja Norodom Sihanouk berdoa di depan Istana Raja di Phnom Penh (15/10).

Warga Kamboja yang berduka cita atas wafatnya mantan Raja Norodom Sihanouk berdoa di depan Istana Raja di Phnom Penh (15/10).

Banyak warga Kamboja yang mengatakan mangkatnya orang yang mereka kenal sebagai “Ayahanda Raja” dalam usia 89 tahun hari Senin (15/10) itu mengejutkan.

Bendera di Kamboja dikibarkan setengah tiang, sementara para pelayat turun ke jalan-jalan untuk menyatakan kesedihan mereka atas meninggalnya mantan raja Norodom Sihanouk.

Kedukaan mereka terdengar hari Senin, dalam lantunan doa-doa rakyat Kamboja dan biksu Budha, yang sedang ambil bagian dalam upacara keagamaan Pchum Ben, yakni upacara penghormatan bagi para leluhur.

Banyak orang Kamboja yang mengatakan mangkatnya orang yang mereka kenal sebagai “Ayahanda Raja” itu mengejutkan. Menteri Informasi Khieu Kanharith menyebut meninggalnya Sihanouk merupakan kehilangan besar bagi Kamboja.

Asisten pribadi Sihanouk, Pangeran Sisowath Thomico, mengatakan kepada VOA bahwa mantan raja itu selalu memikirkan rakyatnya, bahkan hingga saat-saat terakhirnya.

Sihanouk meninggal dunia dalam usia 89 tahun Senin pagi di Beijing setelah berjuang lama melawan kanker. Putranya, Raja Norodom Sihamoni, dan Perdana Menteri Hun Sen segera terbang ke Beijing dengan membawa peti berlapis emas bagi jenazah Sihanouk.

Khieu Kanharith mengatakan kepada VOA bahwa mereka akan kembali hari Rabu, mengawali periode berkabung bagi seluruh rakyat Kamboja.
XS
SM
MD
LG