Tautan-tautan Akses

Kamboja Bebaskan 2 Tersangka Pembunuh Aktivis


Serikat pekerja Kamboja memperingati HUT kematian aktivis buruh Chea Vichea di Phnom Penh (foto; dok).

Serikat pekerja Kamboja memperingati HUT kematian aktivis buruh Chea Vichea di Phnom Penh (foto; dok).

Mahkamah Agung Kamboja membatalkan beberapa tuduhan terhadap Born Samnang dan Sok San Oeun, karena kurangnya bukti terhadap kedua orang itu.

Kamboja telah membebaskan dua laki-laki yang dikenal sebagai “pihak yang dipersalahkan sebagai pelaku” dan dinilai oleh banyak pihak sebagai kambing hitam dalam pembunuhan seorang aktivis buruh terkemuka.

Mahkamah Agung Kamboja membatalkan beberapa tuduhan terhadap Born Samnang dan Sok San Oeun, karena kurangnya bukti terhadap kedua orang itu.

Pengacara tersangka Born Samnang, Chum Sovannaly mengatakan kepada VOA, belum jelas apakah kliennya akan menuntut ganti rugi atas penahanannya.

Kedua laki-laki tersebut masing-masih dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan membunuh Chea Vichea tahun 2004, pemimpin serikat buruh dan pengecam keras pemerintah yang ditembak mati pada siang hari di sebuah toko buku di Phnom Penh.

Born Samnang dan Sok Sam ditangkap beberapa hari kemudian dan segera diadili dalam sidang pengadilan yang dikecam keras oleh para aktivis HAM sebagai penipuan untuk menutupi identitas pembunuh sesungguhnya.

Koalisi kelompok HAM dan buruh telah mengeluarkan sebuah pernyataan memuji pembebasan kedua orang itu. Tetapi mereka juga menyerukan penyelidikan baru atas pembunuhan tersebut.

Belum ada satu tersangka pun ditangkap atas pembunuhan Chea Vichea, yang bersama pemimpin kelompok oposisi Sam Rainsy mendirikan serikat buruh garmen.

Kematiannya terjadi di tengah upaya pemerintah memberangus gerakan buruh Kamboja.
XS
SM
MD
LG