Tautan-tautan Akses

Kajian Korea Selatan Rekomendasikan Pengurangan Energi Nuklir


Suasana di PLTN Shin-Kori No.2 di Ulsan, Korea Selatan, 28 Mei 2013 (Foto: dok).

Suasana di PLTN Shin-Kori No.2 di Ulsan, Korea Selatan, 28 Mei 2013 (Foto: dok).

Sebuah kelompok yang terdiri dari 60 pakar industri, akademisi, dan LSM merekomendasikan pengurangan tenaga listrik yang dihasilkan dengan tenaga nuklir menjadi 22 hingga 29 persen di Korea Selatan.

Sebuah kajian mengatakan Korea Selatan harus mengurangi ketergantungan pada energi nuklir karena kemarahan publik terkait maraknya korupsi dalam industri energi nuklir, dan kesulitan yang dihadapi Jepang dalam menangani akibat bencana nuklir Fukushima.

Kementerian Energi Korea Selatan melansir hasil kajian sebuah kelompok yang terdiri dari 60 pakar industri, akademisi, dan LSM, yang merekomendasikan pengurangan tenaga listrik yang dihasilkan dengan tenaga nuklir menjadi 22 sampai 29 persen.

Pemerintah Korea Selatan mengusulkan 41 persen tenaga listrik dihasilkan dengan tenaga nuklir pada tahun 2030.

Saat ini, sepertiga kebutuhan listrik Korea Selatan dipenuhi dengan energi nuklir, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menggantikan minyak dan gas impor.

Menurut Kementerian Energi Korea Selatan, pemerintahnya akan melakukan sidang dengar pendapat umum mengenai hasil kajian itu, dan akan menyelesaikan revisi kebijakan energi bulan Desember.
XS
SM
MD
LG