Tautan-tautan Akses

Kadal Purba Ditemukan di Brazil, Diduga Mata Rantai yang Hilang


Bunglon bertanduk tiga "Chameleo Jacksonii" memakan serangga di ladang reptil Kinyonga di kawasan Karen, Nairobi, Kenya.

Bunglon bertanduk tiga "Chameleo Jacksonii" memakan serangga di ladang reptil Kinyonga di kawasan Karen, Nairobi, Kenya.

Mata rantai yang hilang pada evolusi kadal telah ditemukan di Brazil. Ahli paleontologi dari Universitas Alberta menemukan fosil kadal berusia 80 juta tahun yang dikaitkan lebih dekat dengan bunglon dan kadal jenggot, kadal yang ditemui di Afrika dan Asia, daripada 1.700 spesies iguana yang ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah.

Kadal yang ditemui di Afrika dan Asia adalah kadal acrodontan, artinya gigi mereka melebur dengan rahang atasnya. Gigi iguana Amerika, keluarga terdekat mereka, tidak seperti itu.

Spesimen baru ini adalah iguana acrodontan pertama yang ditemukan di Amerika Selatan. Michael Caldwell, salah satu penulis penelitian tersebut, mengatakan fosil itu adalah "bukti yang bagus untuk menunjukkan bahwa di akhir (periode) Cretaceous, bagian selatan Pangaea adalah satu bagian benua yang besar."

Superbenua Pangaea mulai pecah menjadi benua-benua yang kita kenal sekarang sekitar 175 juta tahun yang lalu, ketika daratan terpisah dan begitu juga tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Beribu-ribu tahun kemudian, hewan-hewan berevolusi menjadi spesies baru.

Penelitian tersebut, diterbitkan di Nature Communications, menyimpulkan "setelah terpisah, kadal acrodontan dan kelompok bunglon menguasai Asia dan Afrika, dan iguana muncul dari garis keturunan acrodontan ini yang tertinggal sendiri di Amerika Selatan."

"Penemuan ini menjawab beberapa pertanyaan tentang kadal iguana dan asal mereka," kata Caldwell.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG