Tautan-tautan Akses

Kabut Asap dari Indonesia Kembali Sesaki Singapura dan Malaysia


Bangunan penanda Malaysia Putra Perdana di Putrajaya diliputi asap dari kebakaran hutan di Indonesia. (Foto: Dok)

Bangunan penanda Malaysia Putra Perdana di Putrajaya diliputi asap dari kebakaran hutan di Indonesia. (Foto: Dok)

Pembukaan lahan hutan yang ilegal dengan cara dibakar merupakan masalah yang terus berulang, terutama pada musim kemarau antara Juni dan September.

Polusi udara di Singapura dan Malaysia mencapai tingkat tidak sehat pada Senin (17/6) karena pembakaran hutan ilegal di Indonesia, membuat pihak berwenang Singapura menyarankan warga untuk tetap tinggal di rumah selama beberapa lama dan mendesak pemerintah Indonesia melakukan sesuatu untuk menghentikannya.

Di Singapura yang biasanya memiliki udara bersih, indeks standar-standar polutan mencapai tingkat tertinggi dalam hampir tujuh tahun terakhir, dengan rasa asap menghinggapi belakang tenggorokan bahkan di kantor-kantor yang berpendingin dan di kereta bawah tanah.

"Melihat kondisi yang berasap seperti ini, disarankan agar anak-anak, orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru untuk mengurangi aktivitas yang berlangsung lama atau aktivitas berat di luar ruangan," ujar Badan Lingkungan Nasional Singapura dalam pernyataan tertulis.

"Yang lainnya diharapkan membatasi aktivitas-aktivitas tersebut."

Badan itu mengatakan bahwa kabut asap disebabkan oleh kebakaran hutan di Sumatra dan diperkirakan berlangsung beberapa hari.

Lembaga itu juga "mendesak pihak berwenang di Indonesia untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk menyelesaikan masalah asap yang melintasi batas ini."

Di Malaysia, kualitas udara mencapai tingkat-tingkat tak sehat di beberapa negara bagian timur laut dan juga negara bagian di selatan, Malaka, yang merupakan situs peninggalan sejarah UNESCO yang populer di kalangan turis.

Pembukaan hutan yang ilegal dengan pembakaran merupakan masalah yang berulangkali muncul di Indonesia, terutama pada musim kering yang biasanya berlangsung antara Juni sampai September.

Pada 1997 dan 1998, kabut asap atau smog mengganggu lalu lintas udara dan laut, menyebabkan kerugian ekonomi, sosial dan lingkungan hidup yang diperkirakan mencapai US$9 miliar, menurut Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Para anggota ASEAN menandatangani perjanjian polusi asap lintas batas pada Juni 2002, namun Indonesia masih belum meratifikasi perjanjian tersebut. (Reuters)
XS
SM
MD
LG