Tautan-tautan Akses

Kabinet Harus Lebih Komunikatif

  • Iris Gera

Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto menilai agar program kerja mudah dipahami dan dapat diterima oleh berbagai pihak, menteri kabinet harus lebih komunikatif. Hal tersebut disampaikannya di Jakarta, Sabtu (27/06). (VOA/Iris Gera)

Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto menilai agar program kerja mudah dipahami dan dapat diterima oleh berbagai pihak, menteri kabinet harus lebih komunikatif. Hal tersebut disampaikannya di Jakarta, Sabtu (27/06). (VOA/Iris Gera)

Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto mengatakan, untuk menciptakan kinerja lebih baik dibanding sebelumnya, para menteri kabinet harus lebih komunikatif, karena program pembangunan yang disusun pemerintah butuh dukungan dari berbagai pihak.

Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto hari Sabtu (27/6) mengatakan, perombakan susunan kabinet yang banyak diusulkan berbagai kalangan bisa saja dilakukan, namun juga perbaikan kinerja pemerintah tetap dapat dilakukan tanpa harus merombak kabinet.

Ia menilai orang-orang yang sudah dipercaya Presiden Joko Widodo kurang komunikatif terhadap berbagai pihak yang seharusnya dapat dijadikan mitra kerja pemerintah. Sehingga banyak program pemerintah berjalan lambat dan pada akhirnya yang paling dirugikan adalah masyarakat.

Ia memberi contoh selain perbaikan infrastruktur, program pemerintah yang semula diharapkan masyarakat berjalan baik adalah terkait pemenuhan kebutuhan pangan. Menurutnya kedua program tersebut tidak berjalan dengan baik selama pemerintahan Presiden Joko Widodo dibentuk.

Nico Harjanto juga mengatakan jika memang Presiden Joko Widodo harus merombak susunan kabinet, menteri yang diberi tugas nantinya harus merupakan sosok yang lebih dekat dan lebih terbuka sehingga mudah diterima oleh seluruh pihak.

Sementara staf ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Said Didu menilai, cara berkomunikasi para menteri kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo memang harus diubah. Selama ini menurutnya para menteri terkesan enggan menjelaskan berbagai program pembangunan secara detil sehingga masyarakat dan mitra kerja pemerintah seperti DPR RI sulit memahami program-program yang diajukan pemerintah.

Namun Said Didu menilai meski pemerintah sering mendapat sorotan negatif karena dinilai lambat, langkah positif juga sudah dilakukan pemerintah yang belum pernah dilakukan pemerintah-pemerintah sebelumnya.

Baik Nico Harjanto maupun Said Didu menegaskan apapun alasannya, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden sehingga jangan ada pihak yang menganggu termasuk intervensi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG