Tautan-tautan Akses

AS

Justin Bieber, Usher Dituduh Langgar Hak Cipta


Justin Bieber dalam sebuah konser di Miami, Florida, Januari 2013. (Foto: Dok)

Justin Bieber dalam sebuah konser di Miami, Florida, Januari 2013. (Foto: Dok)

Justin Bieber dan mentornya Usher tersangkut gugatan hukum yang menuduh mereka melanggar hak cipta atas lagu populer 'Somebody to Love'.

Salah satu lagu terpopuler Justin Bieber menjadi sasaran gugatan hukum pelanggaran hak cipta senilai US$10 juta yang juga menuduh mentor Bieber, penyanyi R&B Usher, mengoper lagu itu ke bintang pop remaja tersebut.

Penyanyi R&B Devin Copeland, dengan nama panggung De Rico, serta pencipta lagu Mareio Overton mengajukan gugatan tersebut minggu lalu di pengadilan negara bagian Virginia dengan tuduhan bahwa merekalah pencipta lagu "Somebody to Love."

Bieber, yang dimanajeri oleh salah satu perusahaan Usher, meluncurkan "Somebody to Love" pada 2010 dengan Usher sendiri ikut menyanyi dalam lagu tersebut. Nomor itu memuncak pada posisi 15 tangga lagu AS Billboard.

Copeland dan Overton mengatakan "Somebody to Love" memiliki judul, tanda waktu, pola ketukan serta kunci nada dan lirik yang sama dengan lagu ciptaan mereka.
Bieber, penulis lagu Heather Bright dan Stereotypes ditulis sebagai para penulis "Somebody to Love" yang dinyanyikan Bieber.

Belum ada komentar dari pihak Bieber.

Copeland dan Overton mengkalim bahwa agen-agen musik mempresentasikan lagu "Somebody to Love" pada Usher pada 2009, dan ibu Usher, yang juga merupakan manajernya saat itu, meminta Copeland untuk merekam ulang lagu tersebut dan ikut tur bersama Usher.

Setelah tidak mendengar lagi dari Usher, Copeland mengatakan dalam gugatannya bahwa ia mendengar lagu itu dinyanyikan oleh Bieber di radio.

Usher, yang pertama kali merekam lagu itu sebagai demo untuk albumnya pada 2010 "Raymond v. Raymond," kemudian merekam versi campuran lagu itu dengan nyanyian Bieber di latar belakang.

Gugatan hukum tersebut menimpa 19 tergugat, termasuk perusahaan rekaman Universal Music Corp, sebuah unit dari perusahaan media Perancis, Vivendi. (Reuters)
XS
SM
MD
LG