Tautan-tautan Akses

AS

Juri Masih Memperundingkan Hukuman bagi Pembom Marathon Boston


Dalam sketsa pengadilan ini, Dzhokhar Tsarnaev (tengah) digambarkan di tengah-tengah pengacara Miriam Conrad (kiri) dan Judy Clarke (kanan) dalam pengadilan untuk menentukan apakah ia akan dihukum mati, Kamis, 5 Maret 2015, di Boston. (Foto: dok.)

Dalam sketsa pengadilan ini, Dzhokhar Tsarnaev (tengah) digambarkan di tengah-tengah pengacara Miriam Conrad (kiri) dan Judy Clarke (kanan) dalam pengadilan untuk menentukan apakah ia akan dihukum mati, Kamis, 5 Maret 2015, di Boston. (Foto: dok.)

Dewan juri kini memasuki pada hari ketiga musyawarah mengenai apakah terdakwa pembom Marathon Boston Dzhokhar Tsarnaev harus menghabiskan sisa hidupnya di penjara atau dihukum mati.

Dewan juri terdiri atas tujuh pria dan lima wanita itu bermusyawarah selama sekitar delapan jam hari Rabu dan Kamis tanpa mencapai putusan. Dewan itu harus mencapai keputusan bulat untuk menetapkan hukuman mati bagi Tsarnaev.

Para juri di Boston mulai bermusyawarah mengenai kasus itu hari Rabu setelah jaksa dan pembela menyajikan argumen terakhir dalam fase penetapan hukuman sidang terorisme itu.

Jaksa menepis argumen pengacara bahwa Tsarnaev berada di bawah pengaruh kuat kakaknya yang radikal, Tamerlan, yang tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Mereka mengatakan meskipun Dzhokhar berusia hanya 19 tahun pada saat pemboman maraton itu, ia cukup tua untuk mengetahui benar dan salah, dan ia ingin membalas dendam perang Amerika di Irak dan Afghanistan.


Pemboman Marathon Boston 15 April 2013 itu menewaskan tiga orang dan melukai 264 lainnya.

XS
SM
MD
LG