Tautan-tautan Akses

AS

Hakim Baltimore: Juri Alami Kebuntuan dalam Sidang Freddie Gray


William Porter (kana), satu di antara enam polisi Baltimore yang didakwa atas kematian Freddie Gray, bersama pengacaranya, Joseph Murtha di Baltimore (foto: dok).

William Porter (kana), satu di antara enam polisi Baltimore yang didakwa atas kematian Freddie Gray, bersama pengacaranya, Joseph Murtha di Baltimore (foto: dok).

Hakim di kota Baltimore mengatakan juri mengalami kebuntuan dalam persidangan polisi yang dituduh mengakibatkan kematian remaja kulit hitam, Freddie Gray.

Hakim di Baltimore, Maryland mengatakan juri mengalami kebuntuan dalam persidangan polisi yang dituduh mengakibatkan kematian Freddie Gray, remaja kulit hitam yang cedera berat ketika menumpang mobil van polisi bulan April lalu.

Hakim Barry Williams telah memerintahkan juri untuk terus berunding. Ia sebelumnya menolak mosi dari pembela untuk membatalkan persidangan dan memindahkan persidangan ke kota lain karena ada peringatan kepada anak-anak Baltimore agar tidak melakukan demonstrasi di dalam lingkungan sekolah jika vonis diumumkan.

Hakim tersebut tidak mengisyaratkan kemana arah pilihan juri sejauh ini.

Polisi William Porter yang juga berkulit hitam dituduh melakukan pembunuhan secara tidak sengaja, penyerangan tingkat kedua, membahayakan dan berkelakuanburuk. Ia mengaku tidak bersalah, ia adalah yang pertama dari enam polisi yang berkulit hitam dan putih, yang dituduh dalam kematian Gray.

Jaksa menuduh Porter dan polisi lainnya tidak membantu Gray yang mengalami cedera tulang didalam van itu. Pihak berwenang menyebut kendaraan itu seperti “peti mati berjalan”.

Gray diborgol tangan dan kakinya, tapi tidak dipasangi sabuk pengaman, yang diduga menyebabkan tubuhnya terlempar ke sisi, memperparah cedera punggungnya dan membuatnya dalam keadaan koma.

Jaksa mengatakan Porter mengabaikan permintaan Gray untuk mendapat pertolongan medis dan menyalah gunakan kekuasaannya sebagai polisi.

Pembela menyebut kematian Gray tragedi mengerikan tapi berargumen tidak ada bukti untuk menyatakan Porter bersalah dan masih banyak keraguan.

Walikota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake mendesak penduduk kota itu agar tenang dan menerima vonis tersebut.

Kekerasan pecah pada hari pemakaman Gray bulan April lalu termasuk pembakaran, penjarahan dan pelemparan batu serta botol-botol ke arah polisi. Para pemimpin kulit hitam mengatakan kerusuhan itu bukan hanya mengenai Gray tapi terkait dengan apa yang mereka katakan, pemerintah Baltimore yang mengabaikan kebutuhan lingkungan miskin warga Amerika keturunan Afrika sejak lama.

Gray berurusan dengan polisi sebelumnya dan ditangkap bulan April karena alasan-alasan yang belum jelas sepenuhnya. [my/jm]

XS
SM
MD
LG