Tautan-tautan Akses

Junta Militer Guinea-Bissau Hendak Ubah UUD


Tentara Guinea-Bissau masih menahan mantan PM dan calon Presiden unggulan, Carlos Gomes Junior (foto: dok).

Tentara Guinea-Bissau masih menahan mantan PM dan calon Presiden unggulan, Carlos Gomes Junior (foto: dok).

Junta militer Guinea-Bissau mengatakan mereka ingin merundingkan peraturan perundang-undangan yang baru bagi negara itu, dan tidak mengindahkan tuntutan internasional akan pemulihan undang-undang dasar yang sekarang.

Seorang jurubicara junta itu, Letnan Kolonel Dahba Na Waima, berbicara melalui telepon dengan VOA hari Selasa. Ia mengatakan para pemimpin junta militer sedang berembuk dengan partai-partai oposisi, dalam usaha untuk membentuk pemerintah baru.

Sebelumnya hari Selasa, Uni Afrika menskors keanggotaan Guinea-Bissau. Dalam pernyataan, Ketua Komisi Uni Afrika Jean Ping mengatakan para pemimpin kudeta melanggar undang-undang dasar, dan mendesak para politisi Guinea-Bissau untuk tidak terlibat sebagai upaya untuk memberi gambaran keadaan yang sesungguhnya setelah kudeta.

Di Washington, jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa Amerika dengan kuat mendukung usaha ECOWAS untuk mengembalikan kendali pemerintah negara itu ke tangan sipil.

Para pemimpin dari ECOWAS bertemu dengan para tokoh junta hari Senin di ibukota, Bissau. Na Waima mengatakan ECOWAS setuju mengirim tim teknis untuk membantu transisi kembali ke kekuasaan sipil.

ECOWAS dan Uni Afrika telah menolak kudeta pekan lalu dan menuntut agar junta membebaskan Presiden sementara Raimundo Pereira dan mantan perdana menteri Carlos Gomes Junior. Gomes adalah calon yang unggul dalam pemilihan presiden babak kedua yang tadinya akan diadakan tanggal 29 April.

Na Waima mengatakan kedua pemimpin akan tetap berada dalam tahanan sampai pemerintah baru dibentuk dan keadaan keamanan yang wajar di wilayah tersebut dapat terwujud.
XS
SM
MD
LG