Tautan-tautan Akses

Jumlah Penganggur Usia 18-34 Tahun di AS Bertambah


Hasil kajian oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa resesi ekonomi berdampak parah terhadap warga AS berusia 18 hingga 34 tahun.

Hasil kajian oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa resesi ekonomi berdampak parah terhadap warga AS berusia 18 hingga 34 tahun.

Jumlah pengganggur berusia 18 hingga 34 tahun di Amerika kini semakin bertambah akibat resesi ekonomi yang berdampak besar terhadap upaya pekerja usia muda tersebut dalam mencari pekerjaan, membayar uang kuliah, membeli rumah dan menabung.

Hasil kajian yang dikeluarkan oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa resesi ekonomi berdampak parah terhadap warga Amerika berusia 18 hingga 34 tahun. Laporan itu juga memperlihatkan dampak kemunduran ekonomi terhadap kelompok usia yang berbeda dan persepsi yang timbul pada masing-masing kelompok itu tentang situasi sekarang dan harapan pada masa mendatang.

Hasil kajian itu menunjukkan bahwa sejak tahun 2010 hingga kini jumlah golongan usia muda, 18 hingga 24 tahun, yang mempunyai pekerjaan, adalah sebesar 54 persen. Jumlah tersebut merupakan yang terendah sejak tahun 1948.

Kini warga Amerika dewasa menyakini bahwa golongan usia muda saat ini memiliki lebih banyak kesulitan untuk mencapai sasaran keuangan mereka yang mendasar. Sebanyak 82 persen responden mengatakan, lebih sulit mencari pekerjaan saat ini jika dibandingkan saat orang tua mereka mencari pekerjaan pada masa lalu.

Situasi ekonomi juga membuat para pekerja usia muda ini mengubah gaya hidup dan rencana jangka panjang mereka. Sebesar 50 persen responden mengakui bahwa mereka bekerja dalam bidang yang tidak mereka sukai, sebesar 24 persen bersedia melakukan pekerjaan tanpa dibayar hanya untuk mendapat pengalaman bekerja, dan sebesar 35 persen memilih melanjutkan pendidikan.

Resesi ekonomi tidak hanya berdampak parah pada kehidupan golongan pekerja usia muda di Amerika secara finansial, namun juga secara sosial. Kebanyakan dari kalangan muda ini menunda untuk menikah dan mempunyai anak. Sebagian dari mereka yang sudah hidup mandiri dan lepas dari tanggungan orangtua, memilih untuk kembali tinggal bersama orangtua.

Tinggal bersama orangtua pun tampaknya bukan merupakan solusi terbaik. Diane Swonk, direktur perusahaan konsultan keuangan Mesirow, mengatakan bahwa pekerja usia muda yang kembali tinggal bersama orang tua dapat menambah beban keuangan bagi orang tua yang mengalami kesulitan ekonomi. Salah satunya adalah Frederick Brown yang berusia 24 tahun. Ia tidak dapat menyelesaikan kuliahnya di Universitas East Michigan karena kehabisan dana. Ia memutuskan untuk kembali tinggal bersama orangtuanya, padahal kedua orangtuanya terkena PHK sejak setahun lalu. Bagi ibu Frederick, hal ini tidaklah mengherankan. Hampir semua orangtua yang ia kenal, mengalami hal serupa. Hanya saja, ia mengeluhkan, mereka sudah mengeluarkan banyak uang dalam upaya menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi, namun pada kenyataannya, sulit bagi anaknya untuk mendapat pekerjaan. Berdasarkan kajian yang dilakukan Pusat Penelitian Pew, biaya kuliah di perguruan tinggi mengalami kenaikan tiga kali sejak tahun 1980.

Kajian itu juga menunjukkan bahwa walaupun sebagian besar pekerja usia muda merasa gaji yang diterimanya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, sebagian besar optimis akan mendapat gaji yang sesuai pada masa mendatang. Kajian ini mendapatkan hasil yang sama saat dilakukan pada tahun 2004.

Dengan demikian, para peneliti pada Pusat Penelitian Pew menyimpulkan bahwa kecenderungan pendapat yang konsisten menunjukkan optimisme yang lebih besar bila dihubungkan dengan tahap kehidupan daripada dinamika perekonomian nasional

XS
SM
MD
LG