Tautan-tautan Akses

Jumlah Pelanggaran Gencatan Senjata Meningkat di Ukraina Timur


Bangunan yang rusak akibat pertempuran di Donetsk, Ukraina timur.

Bangunan yang rusak akibat pertempuran di Donetsk, Ukraina timur.

Pemantau mencatat jumlah pelanggaran gencatan senjata tertinggi sejak Agustus 2015, sementara banyak senjata berat yang tadinya disimpan secara permanen di lokasi penyimpanan, kini hilang.

Jumlah pelanggaran gencatan senjata di Ukraina timur dan bentrokan antara pasukan pemerintah di Kyiv dan pemberontak yang didukung Rusia mencapai angka yang mencemaskan, menurut laporan pemantau internasional kepada Dewan Keamanan PBB, Kamis (28/4).

“Kekerasan di Ukraina timur lagi-lagi mencapai puncaknya,” ujar Ertugrul Apakan, pemimpin tim pemantau Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) untuk Ukraina.

Menurutnya, sampai April, pemantau mencatat jumlah pelanggaran gencatan senjata tertinggi sejak Agustus 2015, sementara banyak senjata berat yang tadinya disimpan secara permanen di lokasi penyimpanan, kini hilang dan muncul ketika dipergunakan ketika terjadi bentrokan.

Dia dan Martin Sajdik, utusan khusus OSCE di Ukraina dan Kelompok Kontak Trilateral, mengatakan kedua belah pihak harus sepenuhnya menghormati gencatan senjata menjelang liburan Paskah Ortodoks, yang akan mencapai puncaknya hari Minggu ini.

“Paskah adalah satu hal yang terus mempersatukan kami dan Ukraina, atau Rusia dan Ukraina, jadi saya harap gencatan senjata ini akan dihormati,” kata Duta Besar Rusia ke PBB Vitaly Churkin selesai pertemuan itu.

“Gencatan senjata adalah prioritas nomor satu dari seluruh proses Minsk,” kata Deputi Mentlu Ukraina Vadym Prystaiko, mengacu kepada persetujuan pada Februari 2015 yang ditujukan untuk mengatasi konflik. [jm]

XS
SM
MD
LG