Tautan-tautan Akses

Jumlah Mahasiswa Asing di AS Meningkat Tajam

  • Christopher Cruise

Jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Amerika tahun lalu mencatat rekor tertinggi, lebih dari 720.000 orang.

Jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Amerika tahun lalu mencatat rekor tertinggi, lebih dari 720.000 orang.

Jumlah mahasiswa asing di berbagai universitas Amerika mengalami lonjakan tajam dalam lima tahun belakangan ini.

Lembaga Pendidikan Internasional di New York belum lama ini mengeluarkan laporan tahunannya, “Pintu Terbuka.” Laporan itu menyebutkan jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Amerika tahun lalu mencatat rekor tertinggi, lebih dari 720.000 orang. Jumlah itu lima persen lebih tinggi dibanding tahun lalu dan hampir sepertiga lebih besar daripada 10 tahun lalu.

Penambahan besar jumlah mahasiswa asing berasal dari Tiongkok, Saudi Arabia, Vietnam, Iran, dan Venezuela. Jumlah mahasiswa asal Tiongkok berjumlah 22 persen, yang kebanyakan kuliah S-1. Secara keseluruhan, hampir separuh mahasiswa asing berasal dari Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

Peggy Blumenthal yang bekerja pada lembaga itu mengatakan mahasiswa Tionghoa sekarang kuliah di seluruh penjuru Amerika.

"Sepuluh, 20 tahun lalu, hanya sedikit mahasiswa Tionghoa kuliah di Amerika, tetapi sekarang mereka kuliah di program-program diploma, humaniora, dan universitas. Mereka kuliah di mana-mana di Amerika,” ujarnya.

Mahasiswa asing terbanyak berada di negara bagian California, diikuti New York, Texas, Massachussets, dan Illinois. Selama 10 tahun berturut-turut Universitas California Selatan di Los Angeles punya mahasiswa asing terbanyak, jumlahnya lebih dari 8.600 orang.

Bidang studi yang paling banyak dipilih mahasiswa asing adalah bisnis, manajemen, dan teknik.

Sebagian kampus melakukan cara-cara khusus dalam menerima mahasiswa asing. Universitas California, Los Angeles (UCLA), misalnya, yang menyambut mahasiswa-mahasiswa asing baru dengan sapaan dalam beragam bahasa menghabiskan lima juta dolar untuk melakukan modernisasi ruangan kantin untuk mengakomodasi mereka.

Peter Angelis, Asisten Wakil Rektor UCLA, mengatakan 40 persen mahasiswanya berasal dari Asia, dan menurut survei pendapat mahasiswa menginginkan lebih banyak makanan Asia disediakan di kampus.

“Kami mengadakan survei setiap tahun untuk mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh mahasiswa mengenai pemondokan mereka di kampus. Melalui survei-survei itu, kami kerap mendengar bahwa beragam makanan Asia merupakan kegemaran mahasiswa. Yang paling disukai adalah makanan Jepang. Di UCLA ini jumlah mahasiswanya sangat banyak. Sekitar 40 persen mahasiswa S-1 keturunan Asia atau berasal dari Asia. Jadi, cara terbaik untuk merayakan keragaman budaya ini adalah melakui makanan,” paparnya.

Laporan “Pintu Terbuka” mengatakan sekitar 45 persen mahasiswa asing di Amerika adalah perempuan. Hampir dua pertiga mahasiswa asing membiayai kuliah sendiri atau dibiayai oleh keluarga mereka.

XS
SM
MD
LG