Tautan-tautan Akses

PBB: Jumlah Infeksi Baru TB Meningkat Drastis Tahun Lalu

  • Carol Pearson

Seorang dokter memeriksa pasien TB di rumah sakit Allahabad, India (foto: dok). Laporan terbaru PBB mengatakan, setidaknya 4 juta penderita TB sama sekali tidak mendapat perawatan.

Seorang dokter memeriksa pasien TB di rumah sakit Allahabad, India (foto: dok). Laporan terbaru PBB mengatakan, setidaknya 4 juta penderita TB sama sekali tidak mendapat perawatan.

Laporan tuberkulosis PBB tahun ini cukup mengejutkan. Jumlah infeksi baru yang dilaporkan meningkat drastis selama tahun lalu, dan dokter tahu setidaknya 4 juta penderita TB sama sekali tidak mendapat perawatan.

Batuk dapat menyebarkan sejumlah penyakit mematikan, termasuk tuberkulosis atau TB. Dr Eric Goosby adalah Utusan Khusus PBB yang bertugas untuk menggerakkan negara-negara melawan TB.

"TB adalah ancaman yang dapat menyebar lewat udara, bukan karena perilaku yang meningkatkan risiko Anda, tetapi dengan berdiri di belakang seseorang yang batuk dan menulari Anda dengan bakteri mikro. Tidak ada perilaku berisiko tinggi yang dikaitkan dengan penyakit ini selain berada pada tempat dan waktu yang salah," ujar Goosby.

Dalam wawancara dengan VOA, Goosby menjelaskan bahwa TB membunuh sekitar 5.000 orang per hari. Dalam beberapa minggu setelah terpapar TB, penderita akan batuk-batuk, demam dan berkeringat pada malam hari, kemudian berat badannya mulai turun. TB biasanya menyerang paru-paru, tetapi dapat menyerang organ lain dalam tubuh. Penyakit ini sudah lama dan sudah bisa diobati.

"Kita dapat mendiagnosa, kita bisa mengobatinya dengan obat anti bakteri yang efektif dan menyembuhkan sekitar 90 persen penderita, dengan obat-obat yang saat ini tersedia," tambah Goosby.

Namun, TB dianggap sebagai penyakit masa lalu di banyak negara, dan anggaran untuk memberantasnya telah dipangkas. TB kurang mendapat perhatian di negara-negara yang prevalensinya tinggi, seperti India. Di tempat lain, anggaran kesehatan dan tenaga medis telah difokuskan pada upaya melawan Zika, Ebola dan penyakit lainnya yang baru muncul, sementara TB telah diabaikan. Dan itulah yang membuat Goosby prihatin.

"Kemauan politik kita telah berkurang dan sudah tidak menjadi prioritas bagi kementrian kesehatan karena adanya penyakit baru yang mendesak untuk ditangani, dan hasilnya kita melihat kematian akibat TB mulai meningkat. Kita sekarang berada dalam laju kematian 1,8 juta per tahun, yang menempatkan TB sebagai penyakit menular pembunuh nomor satu di planet ini," imbuhnya.

TB menular dengan cepat di daerah ramai di mana orang tidak memiliki makanan yang cukup dan sanitasi yang baik, sehingga mereka rentan terhadap penyakit lainnya, terutama HIV. Afrika Selatan memiliki tingkat HIV yang tinggi dan merupakan salah satu dari enam negara yang menyumbangkan 60 persen kasus tuberkulosis.

Negara lainnya adalah India, Indonesia, China, Nigeria dan Pakistan. Tapi TB tidak diam ditempat. Seperti Ebola, penyakit ini bukan hanya penyakit orang miskin. Perjalanan manusia membawa Ebola ke seluruh dunia. Hal yang sama dapat terjadi dengan TB. Itu sebabnya Goosby berharap perannya sebagai utusan khusus PBB akan memfokuskan kembali perhatian pemerintah pada tuberkulosis. Goosby mengatakan jika semua negara bekerja sama, TB dapat dihentikan. Tujuannya adalah untuk mengakhiri penyakit ini pada tahun 2030. [as/lt]

XS
SM
MD
LG