Tautan-tautan Akses

AS

Jumlah Imigran di AS Meningkat, Kebanyakan dari Asia


Warga AS keturunan China, Cynthia Ameli (tengah) mengambil bahan kampanye mendukung Hillary Clinton di Las Vegas (12/2). (AP/John Locher)

Warga AS keturunan China, Cynthia Ameli (tengah) mengambil bahan kampanye mendukung Hillary Clinton di Las Vegas (12/2). (AP/John Locher)

Temuan ini muncul di tahun ketika kandidat Donald Trump berjanji akan membangun tembok di perbatasan Amerika dengan Meksiko untuk mencegah masuknya imigran ilegal.

Jumlah imigrasi legal dan ilegal ke Amerika Serikat naik dalam dua tahun terakhir, mencapai tingkat tertinggi sejak awal abad ke-21 dan sebagian besar dari mereka berasal dari Asia, bukannya Amerika Latin.

Temuan ini muncul di tahun ketika kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump, berjanji akan membangun tembok di perbatasan Amerika dengan Meksiko untuk mencegah imigran ilegal masuk ke Amerika.

Temuan baru dari Pusat Studi Imigrasi (CIS) itu menunjukkan lebih dari tiga juta imigran legal datang ke Amerika pada tahun 2014 dan 2015, atau naik 39 persen dari dua tahun sebelumnya. Survai itu mengukur arus manusia yang datang dan keluar Amerika termasuk mereka yang memegang visa jangka panjang.

CIS mengatakan Rabu (1/6) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi imigrasi mungkin meliputi ekonomi yang lebih sehat, penegakan peraturan imigrasi yang mengendur, dan sifat sistem imigrasi legal Amerika, yang memberikan opsi-opsi untuk visa sementara jangka panjang bagi mahasiswa dan pekerja pendatang.

CIS menganalisis data pemerintah yang dikumpulkan dalam survai penduduk bulanan dan mendapati bahwa kenaikan tajam imigrasi itu disebabkan oleh kenaikan imigran dari Asia timur, Asia Selatan, dan Amerika Latin, termasuk Meksiko. [sp]

XS
SM
MD
LG