Tautan-tautan Akses

AS

Jumlah Angkatan Kerja AS Menurun Akibat UU Reformasi Layanan Kesehatan


Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Jason Furman, memberikan keterangan terkait laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO) dan Undang-Undang Perawatan Terjangkau Obama di Gedung Putih, Washington (4/2).

Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Jason Furman, memberikan keterangan terkait laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO) dan Undang-Undang Perawatan Terjangkau Obama di Gedung Putih, Washington (4/2).

Kantor Anggaran Kongres Amerika (CBO) memprediksikan undang-undang reformasi layanan kesehatan baru akan menciutkan angkatan kerja hingga lebih dari dua juta posisi penuh.

Laporan Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) yang dirilis Selasa (5/2) kemungkinan akan menimbulkan perdebatan mengenai apakah undang-undang yang dikenal sebagai Obamacare itu bagus bagi perekonomian.

CBO melaporkan, jika paket layanan kesehatan tidak terkait dengan status pekerjaan, akan lebih sedikit orang memilih untuk bekerja dan mereka yang terus bekerja kemungkinan akan memilih untuk mengurangi waktu kerja mereka. Pengurangan waktu kerja dalam hitungan jam ini mengurangi sekitar 2,6 juta pekerjaan penuh menjelang tahun 2024.

Para pengecam Obamacare, termasuk banyak dari Partai Republik, mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa undang-undang itu pada akhirnya akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap ekonomi.

Gedung Putih membela Obamacare dengan mengatakan laporan itu tidak mengajukan bukti bahwa pekerjaan paruh waktu meningkat sebagai akibat undang-undang layanan kesehatan itu diimplementasikan akhir tahun lalu.

Laporan CBO tersebut menjelaskan bahwa pengaruh jangka panjang undang-undang reformasi layanan kesehatan masih belum jelas. Seiring perjalanan waktu, akan ada lebih banyak orang diperkirakan akan memanfaatkan pilihan baru tersebut, sehingga pendaftaran anggotanya diperkirakan akan meningkat tajam pada 2015 dan 2016.
XS
SM
MD
LG