Tautan-tautan Akses

Jokowi Wajah Baru Politik Indonesia


Presiden Indonesia terpilih Joko "Jokowi" Widodo usai menyampaikan pidato kemenangan di atas kapal phinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa (22/7). (Reuters/Beawiharta)

Presiden Indonesia terpilih Joko "Jokowi" Widodo usai menyampaikan pidato kemenangan di atas kapal phinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa (22/7). (Reuters/Beawiharta)

Bagi banyak warga Indonesia, Jokowi, 53, melambangkan pemutusan dari elit lama yang telah bercokol dalam kekuasaan sejak jatuhnya rezim Soeharto pada 1998.

Ketika pengusaha meubel Joko "Jokowi" Widodo merambah dunia politik sembilan tahun lalu, ia benar-benar seorang pemula.

Tapi citra bersih dan pekerja yang ia tanamkan sebagai walikota Solo, dan selama 1,5 tahun sebagai Gubernur Jakarta, telah mendorongnya ke istana presiden.

Ia merupakan pemimpin Indonesia pertama yang bukan berasal dari elit politik atau militer.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (22/7) mengumumkan bahwa Jokowi telah mengalahkan pesaingnya, mantan jenderal Prabowo Subianto, dalam kompetisi 9 Juli dengan margin sekitar 6 persen. Ia akan mulai menjabat pada Oktober.

Bagi banyak warga Indonesia, Jokowi, 53, melambangkan pemutusan dari elit lama yang telah bercokol dalam kekuasaan sejak jatuhnya rezim Soeharto pada 1998.

"Jokowi merupakan figur pasca Soeharto pertama sementara semua orang datang dari era tersebut, termasuk Prabowo," ujar Paul Rowland, seorang analis politik di Jakarta.

"Ia politisi dari generasi yang berbeda dan ada pasar untuk politisi-politisi sepertinya yang lebih sederhana namun menyelesaikan masalah," ujarnya.

Jokowi telah berjanji untuk melakukan dobrakan-dobrakan saat menjadi presiden. Ia mengatakan pada kantor berita Reuters dalam sebuah wawancara minggu lalu bahwa ia akan meningkatkan infrastruktur di Indonesia, mengurai aturan-aturan yang tak dapat ditembus dan memecat para menteri jika mereka tidak melakukan tugasnya dengan baik.

"Jika (para menteri tidak berhasil) ada lebih dari seribu orang bagus lainnya di Indonesia untuk menggantikan mereka. Saya dapat memecat dan mengganti mereka. Sederhana saja bagi saya," ujarnya.

"Mereka harus bersih, harus kompeten, harus memiliki kepemimpinan yang baik dan komitmen untuk melayani rakyat."

Sementara itu, dalam wawancara terpisah, Kalla mengatakan ia berencana menggunakan kantornya untuk membantu Jokowi, bukannya menenggelamkannya di bawah bayang-bayangnya karena Jokowi relatif tidak berpengalaman dalam panggung nasional.

"Saya belajar dari bekerja dengan (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) bahwa jangan ada dua matahari (di langit). Saya akan mencoba melakukannya," ujar Kalla.

Kekhawatiran-kekhawatiran muncul bahwa Jokowi mungkin akan kewalahan dengan Megawati Soekarnoputri dan lingkaran dalamnya terkait pembuatan kebijakan. Jokowi tidak melakukan banyak hal untuk menepis anggapan tersebut namun ia mengatakan bahwa 80 persen dari kabinet yang akan dipilihnya akan berdasarkan pada prestasi, bukannya janji-janji yang dibuat dengan partai-partai lain dan pendukung utama.

"Saya telah mengatakan bahwa saya sangat menghormati Megawati," ujar Jokowi. "Tapi saya juga mengatakan bahwa saya akan sangat independen. Jika ada yang mengatakan saya boneka, itu salah besar." (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG