Tautan-tautan Akses

Jokowi Kembali Tegaskan Kesiapan Indonesia Ikut TPP

  • Yudha Satriawan

Presiden Jokowi berdialog dengan pekerja pabrik tekstil di Wonogiri. (VOA/Yudha)

Presiden Jokowi berdialog dengan pekerja pabrik tekstil di Wonogiri. (VOA/Yudha)

Presiden Joko Widodo kembali tegaskan Indonesia akan bergabung dalam organisasi perdagangan setiap benua di dunia, termasuk Kemitraan Trans Pasifik. Kebijakan ini untuk menggenjot iklim investasi dan persaingan produk dalam negeri yang diekspor.

Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia akan tetap bergabung dalam organisasi perdagangan antar benua di berbagai belahan dunia, termasuk Kemitraan Trans Pasifik TPP. Saat meresmikan pabrik tekstil kerjasama dengan Korea Selatan di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat sore (22/1), Jokowi mengatakan persaingan produk industri di dunia semakin ketat, karena itu pemerintah akan menghapus puluhan ribu regulasi dan ribuan peraturan daerah yang dianggap menghambat iklim investasi di Indonesia.

“Era sekarang itu era kompetisi, persaingan. Sudah tidak bisa kita tolak lagi. Siap tidak siap harus dihadapi. Indonesia akan tetap bergabung dengan MEA untuk kawasan ASEAN,saat ini sudah masuk. Sebentar lagi mau tidak mau, kita masuk lagi, Trans Pasifik Blok Amerika, FTA EU Blok Eropa,Blok China, dan sebagainya. Jika Indonesia tidak masuk dalam blok perdagangan antar benua ini, Indonesia akan merugi, produk kita kena pajak 15-20 persen, sedangkan anggota blok itu tak kena pajak. Kita bangun infrastruktur Trans Sumatera, jalur kereta api, jalan raya, berlakukan tol laut, Trans Papua. Kita pangkas ribuan regulasi dan perda untuk memudahkan investasi di berbagai daerah, terutama luar Pulau Jawa,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden mengatakan Indonesia menempati rangking 109 dari 189 negara kategori kemudahan berusaha atau “easy of doing business” yang dirilis Bank Dunia. Ia menargetkan peringkat Indonesia akan berada di peringkat 40an, bukan lagi di atas seratus.

Ditambahkannya, pemerintah juga memangkas proses perijinan investasi yang semula lebih dari enam bulan menjadi beberapa jam saja.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Franky Sibarani mengatakan nilai investasi di Indonesia selama tahun 2015 naik 17,8% dibanding tahun 2014. Sementara tingkat penyerapan tenaga kerjanaik 5%. Tahun 2016 ini, tegas Franky, pemerintah menargetkan nilai investasi di Indonesia naik menjadi 595 triliun rupiah.

“Iklim investasi Indonesia mulai dilirik, tahun 2015 realisasi investasi mencapai 545,4 triliun rupiah atau naik 17,8 persen dari tahun 2014 dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,4 juta orang. Tahun 2016 ini kita genjot lagi target investasi kita menjadi 595,5 triliun atau naik 50 trilyun rupiah. Kita optimis,” kata Franky.

Pemerintah, tambah Franky, juga akan mendorong investasi di luar Pulau Jawa menjadi 248,5 triliun rupiah. Namun tidak dijelaskan apa bentuk investasi yang akan ditanamkan dan bagaimana caranya. [ys/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG