Tautan-tautan Akses

Jokowi: Indonesia Butuh Drone Untuk Selamatkan Aset Kekayaan Laut

  • Yudha Satriawan

Capres Jokowi saat memberikan presentasi dalam acara talkshow di Hotel Sunan Solo, Jumat siang, 20 Juni 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Capres Jokowi saat memberikan presentasi dalam acara talkshow di Hotel Sunan Solo, Jumat siang, 20 Juni 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Calon Presiden Joko Widodo memberikan paparan ide dan programnya di hadapan sekitar 500 rektor, dosen, dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Solo dan sekitarnya di Hotel Sunan Solo, Jumat siang (20/6).

Berbaju motif kotak-kotak yang ciri khasnya, Calon Presiden, Joko Widodo atau yang dikenal dengan sebutan Jokowi menyatakan jika terpilih dalam Pilpres, akan fokus pada pengembangan sumber daya alam atau kekayaan laut.

Jokowi memberikan paparan ide dan programnya di hadapan sekitar 500 rektor, dosen, dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Solo dan sekitarnya di Hotel Sunan Solo, Jumat siang (20/6).

Jokowi menegaskan Indonesia butuh drone atau pesawat tanpa awak untuk mencegah illegal fishing dan illeggal logging. Menurut Jokowi, nilai aset pencurian kekayaan laut jauh lebih besar dibanding dengan penyediaan drone yang harganya lebih murah.

“Ini yang kami gagas sekarang, Indonesia butuh Drone, pesawat tanpa awak..pesawat-pesawat ini akan ditempatkan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur..selain untuk fungsi pertahanan nasional. Dengan adanya drone, kita tahu negara mana yang akan menginvasi, tetapi juga bisa untuk kepentingan ekonomi.yaitu mencegah aksi illegal fishing dan illegal logging," kata Jokowi.

Menurut informasi yang diterimaya, Jokowi menjelaskan bahwa data nilai aset pencurian kekayaan laut atau illegal fishing Indonesia setiap tahunnya mencapai sekitar 300 trilyun rupiah.

"Kita selama ini tidak punya alat untuk mendeteksi masuknya para pelaku illegal fishing. Kapal-kapal asing masuk ke perairan kita, tidak terdeteksi. Negara lain ambil kekayaan laut, kita tidak tahu. Dengan adanya drone, bisa kita cegah," tambahnya.

Dari hasil survey, Jokowi mengakatakn bahwa harga drone juga tidak terlalu mahal. "Satu drone sekitar 1,1 trilyun rupiah. Kalau kita bisa beli tiga atau lima untuk beroperasi di berbagai pulau di Indonesia, berapa itu kan butuh 3-6 trilyun. Lha daripada kita kehilangan kekayaan alam di laut 300 trilyun rupiah per tahun, masa pemerintah tidak mampu beli drone, sedangkan kehilangan 300 trilyun rupiah per tahun dibiarkan," jelas Jokowi.

Dalam kesempatan yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut, Jokowi juga memaparkan berbagai program pemberdayaan petani dan nelayan dengan membangun bank Agro, pengembangan riset dan teknologi kelautan, penerapan tol laut, dan sebagainya.

Program dan ide Capres Jokowi tersebut mendapat dukungan dari para petinggi perguruan tinggi yang hadir dalam acara tersebut. Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Profesor Bambang Setiaji, yang juga ahli ekonomi tersebut mengungkapkan program capres Jokowi berupa jalan tol laut dianggap sebagai ide yang luar biasa karena sebagian besar wilayah Indonesia adalah kepulauan.

Bambang menilai mengangkat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan kekayan laut di Indonesia masih belum mendapat perhatian maksimal pemerintah. “Laut merupakan solusi terbaik, laut sangat efisien untuk berternak ikan, tinggal panen, tidak perlu membibit dan memberi makan," kata Profesor Bambang Setiaji.

"Kalau di darat, beternak ikan perlu bibit, dan memberi makan, sedangkan ide untuk jalan tol laut, tidak perlu mengaspal. Aspal mahal dan sering rusak. Jadi ide dan konsep Pak jokowi membuat jalan tol laut itu sangat hebat. Waktu kecil saya sering berpikir, Indonesia itu sangat luas sekali..lautannya banyak dan luas sekali..setelah sekarang saya mengagumi laut itu hebat, ikannya tinggal mengambil, jalan tol laut tidak perlu mengaspal,” lanjutnya.

Selain memberikan orasi ilmiah, capres Jokowi juga mengunjungi sejumlah pondok pesantren dan menghadiri deklarasi dukungan dari para pengusaha mebel di Solo.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG