Tautan-tautan Akses

Jokowi Ajak Negara Peserta OKI Beri Dukungan Konkret bagi Palestina


Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sebelum dimulainya acara makan malam dalam KTT Luar Biasa OKI di JCC (6/3). (Foto: Biro Pers Kepresidenan RI)

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sebelum dimulainya acara makan malam dalam KTT Luar Biasa OKI di JCC (6/3). (Foto: Biro Pers Kepresidenan RI)

Dalam jamuan makan malam KTT Luar Biasa OKI ke-5, Presiden Joko Widodo menekankan tujuan diadakannya KTT OKI sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah Palestina.

Presiden Joko Widodo menjamu para delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Kelima Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam acara jamuan makan malam yang diselenggarakan di Assembly Hall, Jakarta Convention Center di Jakarta (6/3).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa menjadi tuan rumah KTT Luar biasa ke-5 OKI merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia karena bisa berkontribusi secara aktif memberi alternatif solusi konkret mengenai perdamaian di Palestina dan Al Quds Al-Sharif.

"Kita di sini karena kita ingin berkontribusi untuk Palestina. Kita ingin menjadi bagian dari penyelesaian. Semangat menjadi bagian dari solusi harus diutamakan, karena konflik terjadi di beberapa bagian di dunia, karena stabilitas dan perdamaian masih merupakan sebuah tantangan bagi dunia," papar Presiden.

Ia menegaskan, di tengah konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, semangat untuk menjadi bagian dari solusi harus dikedepankan. Presiden juga mengatakan semangat perdamaian harus selalu dilakukan dengan cara yang damai dan demokratis.

"Karena penyelesaian melalui cara kekerasan adalah akan melahirkan kekerasan baru," tambah Jokowi.

Acara jamuan makan malam KTT Luar Biasa OKI dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Sudan Omar Hassan Ahmed Al-Bashir, Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj, Kepala Dewan Negara Oman Yahya bin Mahfgouz Al-Mundari, Wakil Presiden Gambia Isatou Njie-Saidy, Pangeran Yordania Hussein bin Talal, Ketua Majelis Nasional Rakyat Aljazair Mohamed Larbi Quid Khalifa, dan Sekjen OKI Iyad Ameen Madani.

Turut hadir dalam jamuan ini antara lain mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Wakil Presiden Boediono dan Try Sutrisno, serta sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Ada pula undangan seperti Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake.

Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI V ini diikuti oleh 57 negara anggota OKI dan 605 delegasi. Konferensi ini ditujukan untuk memperkuat kembali komitmen mendukung kemerdekaan Palestina, yang rencananya akan dituangkan dalam sebuah resolusi dalam Deklarasi Jakarta.

Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan KTT Luar Biasa OKI di JCC (6/3). (Foto: Biro Pers Kepresidenan RI)

Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan KTT Luar Biasa OKI di JCC (6/3). (Foto: Biro Pers Kepresidenan RI)

Pertemuan Bilateral Jokowi dengan Mahmoud Abbas

Di sela-sela acara KTT Luar Biasa OKI, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membahas mengenai dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina yang telah dan terus dilakukan, baik melalui hubungan bilateral maupun dalam forum regional dan internasional.

Kepada Presiden Abbas, Presiden Jokowi juga menyampaikan dukungan pemerintah Indonesia atas perjuangan kemerdekaan Palestina, sesuai dengan kerangka solusi dua negara (two-state solution) dan berbagai resolusi PBB yang relevan.

Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Joko Widodo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Pangeran Kerajaan Yordania, El Hassan Bin Talal. Selain membahas dukungan kemerdekaan Palestina, pertemuan keduanya juga membicarakan peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Yordania. [aw/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG