Tautan-tautan Akses

John Kerry, Menlu Pertama AS Berkunjung ke Hiroshima, Jepang


Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota G7 berforo bersama seusai meletakkan karangan bunga di Tugu Perdamaian di Hiroshima, Jepang (11/4). Dari kiri: utusan dari Uni Eropa Federica Mogherini, Stephane Dion (Kanada), Philip Hammond (Inggris), John Kerry (Amerika Serikat), Fumio Kishida (Jepang), Frank-Walter Steinmeier (Jerman), Paolo Gentiloni (Italia) dan Jean-Marc Ayrault (Perancis).

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota G7 berforo bersama seusai meletakkan karangan bunga di Tugu Perdamaian di Hiroshima, Jepang (11/4). Dari kiri: utusan dari Uni Eropa Federica Mogherini, Stephane Dion (Kanada), Philip Hammond (Inggris), John Kerry (Amerika Serikat), Fumio Kishida (Jepang), Frank-Walter Steinmeier (Jerman), Paolo Gentiloni (Italia) dan Jean-Marc Ayrault (Perancis).

John Kerry mengatakan ia sangat terharu dan terhormat menjadi Menteri Luar Negeri pertama Amerika yang berkunjung ke Hiroshima, Jepang, kota yang hancur setelah Amerika menjatuhkan bom atom tidak lama sebelum berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Ia mengatakan demikian pada akhir pertemuan dua hari dengan para menteri luar negeri anggota lain G-7 yang mencakup peninjauan tempat memperingati para korban Perang Dunia Kedua di Hiroshima.

“Tempat tersebut menunjukkan pemandangan yang memukau,” kata Kerry, setelah mengunjungi Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima. “Tempat itu sangat menggugah perasaan sebagai manusia,” katanya menambahkan.

Ketika ditanya apakah Presiden Obama akan mengunjungi Hiroshima ketika ia menghadiri pertemuan puncak para pemimpin G-7 di Jepang bulan Mei, Kerry mengatakan ia berharap bahwa satu hari kelak presiden Amerika akan termasuk di antara orang yang mengunjungi kota itu.

Ia menambahkan bahwa Obama telah mengutarakan minat berkunjung tetapi ia tidak tahu apakah jadwal presiden akan memungkinkannya dalam lawatannya ke Jepang dalam waktu dekat.

Tema utama pertemuan itu adalah larangan penyebaran nuklir dan perlucutan senjata.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida ditanya mengenai ucapan baru-baru ini kontestan calon presiden Amerika dari Partai Republik Donald Trump, yang menyarankan agar Jepang dan Korea Selatan memiliki senjata nuklir untuk mengurangi ketergantungan mereka pada perlindungan Amerika.

“Bagi kami untuk memperoleh senjata nuklir sama sekali tidak masuk akal,” kata menteri luar negeri itu.

Kemudian, tanpa menyebut langsung nama Trump, Kerry mengatakan saran demikian oleh calon pejabat tinggi jelas membingungkan dan bertentangan dengan semua yang hendak dicapai oleh Amerika Serikat. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG