Tautan-tautan Akses

AS

Didiagnosa Kanker, Jimmy Carter Kira Hidupnya Tak Akan Lama 


Mantan presiden AS Jimmy Carter (tengah), bekerja dalam proyek konstruksi lembaga Habitat for Humanity di Memphis, Tennessee (22/8). (AP/Adrian Sainz)

Mantan presiden AS Jimmy Carter (tengah), bekerja dalam proyek konstruksi lembaga Habitat for Humanity di Memphis, Tennessee (22/8). (AP/Adrian Sainz)

Sampai kini Carter, 91, masih tampak enerjik dan bersama istrinya membantu Habitat for Humanity membangun dan memperbaiki 3.944 rumah di 14 negara.

Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter mengatakan ia sebelumnya mengira hanya hidup beberapa minggu lagi setelah didiagnosa mengidap kanker otak setahun yang lalu.

Carter dan istrinya Rosalynn berbicara pada konferensi pers di proyek pembangunan yayasan Habitat for Humanity di Memphis, Tennessee hari Senin (22/8).

Carter, yang berusia 91 tahun dan merupakan duta bagi lembaga amal itu di seluruh dunia, bersama sekitar 1.500 relawan selama seminggu membangun 19 rumah di lingkungan miskin dekat pusat kota Memphis.

Carter mengatakan ia merasa “yakin dengan kesembuhannya” tapi para dokter masih mengawasinya.

Mantan presiden itu bulan Agustus 2015 mengungkapkan bahwa ia didiagnosa menderita melanoma yang menyebar ke otaknya. Ia menjalani perawatan obat baru, Keytruda, dan hingga Desember lalu, secara dramatis ia mengumumkan kanker itu sudah lenyap.

Empat bulan kemudian ia mengatakan hasil pindaian menunjukkan ia bebas kanker dan bisa mengakhiri perawatan itu.

Tapi pada puncak perjuangannya melawan penyakit itu, ia dilanda keraguan.

“Satu tahun lalu, saya tidak mengira akan hidup lebih dari dua atau tiga minggu, karena mereka sudah mengangkat bagian dari hati saya karena ada kanker di sana,” kata Carter.

“Setelah itu, waktu mereka memindai otak, mereka mendapati empat tempat kanker di otak saya, jadi saya kira hanya akan hidup beberapa minggu lagi”.

Sampai bulan November lalu, Carter menjalani pengobatan yang berhasil dan bisa berkunjung ke Memphis untuk proyek Habitat for Humanity lainnya.

“Ketika tiba di sana, saya menunjukkan raut optimistis palsu,” katanya.

Mantan presiden itu mengenakan celana jins, topi, sabuk peralatan dan ikat leher berwarna merah ketika ia memasang paku ke kerangka rumah kayu yang dibantu dibangunnya. Proyek itu mencakup pembangunan rumah berlantai satu dan dua.

Bergerak di antara kerangka rumah itu, Carter tampak enerjik dan melangkah pasti sambil berbicara dengan para pekerja dan menggunakan pengukur untuk memastikan palang kayu terpasang dengan benar.

Jonathan Reckford, CEO yayasan yang berkantor pusat di Atlanta itu mengatakan Carter dan istrinya telah menyumbangkan waktu mereka untuk membantu membangun dan memperbaiki 3.944 rumah di 14 negara.

Mantan petani kacang itu mengatakan ia berencana terus membangun rumah-rumah tahun depan di Kanada. [my/al]

XS
SM
MD
LG