Tautan-tautan Akses

Jet Tempur Rusia Gempur Kubu ISIS di Suriah


Foto dari Kementerian Pertahanan Rusia yang menunjukkan pengeboman dalam serangan udara terhadap ISIS di sebuah lokasi di Suriah, Oktober 2015.

Foto dari Kementerian Pertahanan Rusia yang menunjukkan pengeboman dalam serangan udara terhadap ISIS di sebuah lokasi di Suriah, Oktober 2015.

Amerika dan Rusia, yang berselisih soal tujuan perang saudara di Suriah, melancarkan serangan udara terpisah di dekat perbatasan Turki dalam beberapa pekan ini.

Pesawat pengebom jarak jauh Rusia menghantam kubu ekstremis Negara Islam (ISIS) di Raqqa, Suriah utara, hari Selasa (17/11), beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin secara resmi mengaitkan jatuhnya pesawat Rusia di Mesir 31 Oktober lalu, dengan bom yang dipasang kelompok ekstremis tersebut. Sebanyak 224 orang di dalam pesawat itu tewas.

Amerika dan Rusia, yang berselisih soal tujuan perang saudara di Suriah, melancarkan serangan udara terpisah di dekat perbatasan Turki dalam beberapa pekan ini, dan awal bulan ini menyetujui protokol keselamatan penerbangan guna menghindari tabrakan di udara.

Di Washington hari Selasa, juru bicara Departemen Pertahanan Peter Cook mengatakan serangan itu menandai pertama kalinya Rusia berbagi informasi pra-penerbangan dengan komando Amerika sejak kesepakatan itu dicapai.

Cook juga mengukuhkan klaim Rusia bahwa bom-bom negara itu menghancurkan sejumlah besar sasaran di Raqqa. Pejabat-pejabat lain Amerika dikutip mengatakan bahwa angkatan laut Rusia menembakkan sekitar 20 rudal jelajah hari Selasa dari Laut Kaspia, menghantam target di Raqqa dan sekitarnya.

Perancis, yang berang dengan serangan ISIS minggu lalu di Paris, juga mengebom kota berpenduduk 220 ribu jiwa dekat perbatasan Turki itu. Menteri Pertahanan Perancis, Jean-Yves Le Drian Selasa malam mengatakan 10 jet tempur masih mengebom Raqqa, dengan 36 jet tempur lagi mampu melancarkan serangan dalam beberapa hari mendatang.

Kremlin mengatakan Putin dan Presiden Perancis Francois Hollande sepakat "memastikan komunikasi erat dan koordinasi" serangan udara mereka. Juga dikatakan Putin memerintahkan tambahan 37 jet tempur untuk menyerang dan mengarahkan angkatan laut Rusia di bagian timur Laut Tengah bertindak "sebagai sekutu" rekan-rekan Perancis. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG