Tautan-tautan Akses

Jerman Perketat Kontrol terhadap Migran di Perbatasan

  • Luis Ramirez

Polisi Jerman mendaftar para pengungsi yang tiba di Freilassing, Jerman selatan hari Senin (14/9).

Polisi Jerman mendaftar para pengungsi yang tiba di Freilassing, Jerman selatan hari Senin (14/9).

Keputusan Jerman memperketat kontrol terhadap perbatasannya dengan Austria telah membuat cemas lebih dari 1.000 pengungsi yang tiba di negara itu hari Senin (14/9).

Polisi Jerman mulai memeriksa dokumen penumpang kereta dan mengecek kendaraan di perbatasan dengan Austria.

Jerman adalah negara tujuan yang diidamkan para migran setelah terlunta-lunta sebulan. Tetapi bagi sejumlah migran di antaranya, termasuk yang tiba di Jerman naik kereta api dari Budapest, mereka harus tertahan di kota Freilassing.

Polisi Jerman menempatkan para pengungsi itu di sebuah tempat tunggu untuk diperiksa dan didaftar. Seorang pengungsi dari Suriah berbicara kepada VOA.

“Saya tidak tahu mengapa kami diturunkan dari kereta. Mereka meminta kami melakukan pemeriksaan kesehatan, memberi kami makan tetapi lalu dibiarkan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, kemana kami akan pergi,” kata seorang migran.

Jerman mengerahkan setidaknya 800 polisi federal ke perbatasan dengan Austria guna memperketat kontrol, yang artinya menangguhkan perjanjian Schengen di Uni Eropa. Perjanjian itu memberi kebebasan lalulintas antarnegara anggotanya tanpa pemeriksaan.

Rainer Scharf, salah satu polisi federal itu, mengatakan, “Tantangan terbesarnya adalah logistik. Mereka harus naik ke bus-bus dengan teratur dan kami harus memberi mereka makan. Kami harus mengatur mereka untuk didaftar dan menempatkan mereka ke berbagai pusat pengungsi diseluruh Jerman.”

Sebelum krisis migran ini, polisi biasanya tidak memeriksa dokumen penumpang kereta api internasional. Tetapi kondisinya saat ini berbeda dan itu membuat para pengungsi bingung dan cemas.

“Seseorang memberitahu saya Jerman sudah menutup perbatasannya. Kami memutuskan kesempatan terbaik kami adalah dengan berjalan kaki, tidak naik kereta. Kami lihat sungai, maka kami buka pakaian lalu berenang,” papar pengungsi lainnya.

Pihak berwenang Jerman juga mengecek mobil-mobil di perbatasan. Tujuannya paling tidak untuk meringankan beban di kota Munich yang saat ini menjadi titik masuk utama para pengungsi tersebut. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, hampir tidak ada pengungsi yang masuk lewat stasiun kereta api utama Munich.

Dengan cepatnya Jerman dan negara-negara Eropa lain mengubah peraturan imigrasi mereka, banyak pengungsi dan migran khawatir akan dideportasi. Mereka tidak ingin terlantar di pusat-pusat pengungsi seperti di stasiun kereta api Munich.

XS
SM
MD
LG