Tautan-tautan Akses

Jerman Larang Tiga Kelompok Islam Ultrakonservatif


Warga muslim di Freiburg, Jerman melakukan protes atas kartun Nabi Muhammad (foto: dok). Jerman hari Rabu (13/3) melarang tiga kelompok Islam ultrakonservatif.

Warga muslim di Freiburg, Jerman melakukan protes atas kartun Nabi Muhammad (foto: dok). Jerman hari Rabu (13/3) melarang tiga kelompok Islam ultrakonservatif.

Pemerintah Jerman hari Rabu melarang tiga kelompok Islam ultrakonservatif, dan mengumumkan telah menggagalkan upaya pembunuhan oleh ekstrimis Islam terhadap seorang politisi terkemuka berhaluan ekstrem kanan.

Kepala intelijen dalam negeri Jerman mengatakan kelompok-kelompok yang dilarang itu termasuk organisasi yang gambar-gambar video propagandanya di internet ikut mengilhami ekstremis yang membunuh dua anggota angkatan udara Amerika di bandara Frankfurt tahun 2011.

Polisi melancarkan serangan pagi buta terhadap 21 apartemen dan satu ruang pertemuan milik DawaFFM, Islamic Audio, dan al-Nussrah – yang semuanya menganut penafsiran Islam menurut aliran Salafi konservatif garis keras.

Kelompok-kelompok itu umumnya terlibat dalam perekrutan, penggalangan dana, dan propaganda, termasuk video dan posting lain di internet yang mendesak orang agar melawan orang-orang yang tidak percaya pada versi mereka tentang Islam, kata Hans-Georg Maassen, kepala dinas intelijen dalam negeri, Badan Perlindungan Konstitusi Jerman.

“Organisasi-organisasi ini menentang hak dasar kebebasan beragama - menentang umat Kristen dan agama-agama lain termasuk Syiah,'' kata Maassen.

Ia memberikan contoh, dalam salah satu posting YouTube DawaFFM, seorang pembicara Arab mengatakan kepada kaum Muslim Syiah, “ Jika Nabi Muhammad mendengar kata-katamu ia akan memotong tangan dan kakimu dan mengusirmu dari bumi''.

Massen mengatakan, gambar-gambar video yang diunggah oleh DawaFFM di YouTube dan Facebook juga ikut mengilhami radikalisme Arid Uka. Arid Uka adalah penyerang tunggal yang membunuh personil angkatan udara Amerika dan melukai dua lainnya di Bandara Frankfurt tahun 2011.

Arid Uka dinyatakan bersalah tahun lalu karena pembunuhan itu dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Dalam operasi yang tidak terkait dengan larangan atas kelompok-kelompok tersebut, polisi menangkap empat laki-laki semalam karena dicurigai merencanakan pembunuhan pemimpin partai berhaluan ekstrim kanan yang dikenal sebagai pro-NRW.

Menurut pernyataan polisi, dua di antara keempat laki-laki itu ditangkap di sebuah kendaraan di dekat rumah Markus Beisicht di kota Leverkusen. Dua orang lainnya ditangkap saat polisi menggeledah tempat tinggal mereka di Essen dan Bonn, di mana sebuah senjata api dan bahan yang “bisa dibuat menjadi bom” juga ditemukan.

Polisi mengatakan, orang-orang itu dianggap sebagai bagian dari gerakan Salafi.

Gerakan Salafi di Jerman telah berkembang dengan cepat, menarik warga Muslim maupun orang-orang yang berpindah agama, terutama laki-laki berusia antara 20 dan 30 tahun. Pada tahun 2011 di Jerman ada sekitar 3.800 penganut Salafi yang diketahui oleh pihak berwenang dan sekarang jumlah itu telah meningkat menjadi sekitar 4.500 orang. (David Rising/AP)
XS
SM
MD
LG