Tautan-tautan Akses

Jerman Beri Pengakuan Diplomatik kepada Pemberontak Libya


Menlu Jerman Guido Westerwelle (kiri) berjabat tangan dengan wakil ketua pemberontak Libya, Abdel Hafiz Ghoga, di Benghazi (13/6)

Menlu Jerman Guido Westerwelle (kiri) berjabat tangan dengan wakil ketua pemberontak Libya, Abdel Hafiz Ghoga, di Benghazi (13/6)

Menlu Jerman Guido Westerwelle menawarkan pengakuan ketika berkunjung ke pusat pemberontak Libya di Benghazi.

Jerman Senin secara resmi memberi pengakuan kepada dewan pemberontak Libya sebagai perwakilan sah dari rakyat Libya, sementara pertempuran berlangsung di beberapa tempat antara pemberontak dan pasukan yang setia kepada pemerintah.

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menawarkan pengakuan ketika berkunjung ke pusat pemberontak Libya di Benghazi. Jerman tidak ikut dalam serangan udara NATO dalam rangka membantu pemberontak menggulingkan pemimpin Libya Moammar Gaddafi.

Jerman bergabung bersama beberapa negara lain dalam memberi pengakuan kepada Dewan Nasional Transisi termasuk Perancis, Italia, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Pemerintah Obama mendukung perjuangan pemberontak namun belum memberi pengakuan diplomatik.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Senin menyerukan negara-negara Afrika agar memutuskan hubungan dengan Gaddafi dan bekerja sama dengan pihak oposisi Libya. Clinton membuat pernyataan ini dalam pidato di markas Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia.

Langkah diplomatik ini datang sementara pasukan pemberontak Libya berusaha menarik keuntungan dari peningkatan koordinasi dengan NATO dan melancarkan serangkaian serangan.

XS
SM
MD
LG