Tautan-tautan Akses

Jerman akan Bahas Isu Mata-Mata AS

  • Al Pessin

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier di depan awak media di Berlin (11/7) mengatakan ia akan membicarakan isu mata-mata AS dalam pertemuannya nanti dengan Menlu AS.

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier di depan awak media di Berlin (11/7) mengatakan ia akan membicarakan isu mata-mata AS dalam pertemuannya nanti dengan Menlu AS.

Menlu Jerman mengatakan akan mengangkat isu Amerika memata-matai negaranya ketika bertemu Menlu AS John Kerry di Wina dalam beberapa hari mendatang.

Pertemuan tingkat menteri akan mengangkat isu ini ke tingkat baru, setelah Jerman hari Kamis mengumumkan pengusiran pejabat intelijen tertinggi di kedutaan besar AS di Berlin.

Pengusiran terjadi ketika polisi Jerman menyelidiki dua pegawai pemerintah yang diduga membocorkan rahasia ke Amerika. Selain itu, banyak warga Jerman masih marah setelah pengungkapan tahun lalu tentang pemantauan Amerika terhadap ribuan percakapan telepon di Jerman, termasuk pejabat senior, dan Kanselir Angela Merkel serta pendahulunya.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier hari Jumat mengatakan akan membahas isu ini dengan John Kerry disela-sela pembicaraan masa depan program nuklir Iran.

Steinmeier mengatakan pengusiran itu "tepat," dan "diperlukan" karena Amerika, katanya, telah melakukan "pelanggaran kepercayaan." Tapi ia juga mengatakan Jerman tidak ingin memperpanjang perselisihan yang merusak dengan Amerika.

Steinmeier mengatakan walaupun terjadi perselisihan, tidak ada alternatif lain bagi kemitraan Jerman-AS. Ia mengatakan Jerman ingin "menghidupkan kembali" kemitraan itu "secara jujur."

Namun para pejabat Jerman juga harus memperhitungkan opini publik, yang sangat negatif terkait isu mata-mata. Analis Pawel Swidlicki dari organisasi penelitian Open Europe mengatakan opini publik itu bisa memburuk kecuali Amerika berhenti memata-matai Jerman.

“Opini publik Jerman akan terus mengeras menentang AS, yang akan berakibat sangat negatif terhadap masalah yang cukup genting, seperti Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa - AS, yang kini sedang dirundingkan,” kata Swidlicki.

Para ahli mengatakan banyak negara memata-matai mitra mereka dalam upaya memahami lebih baik kebijakan sekutu mereka itu dan sebagai peringatan dini kalau ada perubahan. Amerika hanya memiliki perjanjian “tidak memata-matai” dengan beberapa negara.

Pejabat senior AS belum berkomentar tentang pengusiran pejabat operasi intelijennya. Tapi pernyataan dari kedutaan besar AS di Berlin, mengulangi pernyataan Washington, yang mengatakan hubungan keamanan AS-Jerman "tetap sangat penting" dan "membuat Jerman dan Amerika aman." Pernyataan itu mengatakan kerja sama erat AS-Jerman "penting" untuk dilanjutkan dalam "semua bidang."

XS
SM
MD
LG