Tautan-tautan Akses

Jepang Tetap Fokus Tingkatkan Energi Nuklir


Suasana di PLTN Daiichi Fukushima, 31 Agustus 2013 (Foto: Reuters/Kyodo)

Suasana di PLTN Daiichi Fukushima, 31 Agustus 2013 (Foto: Reuters/Kyodo)

Reaktor nuklir satu-satunya yang beroperasi di Jepang, dinonaktifkan hari Minggu (15/9) untuk pengisian bahan bakar dan pemeliharaan.

Jepang sekali lagi akan kehilangan energi atom karena reaktor nuklir satu-satunya yang beroperasi, di-nonaktifkan hari Minggu untuk pengisian bahan bakar dan pemeliharaan, sementara beberapa PLTN lainnya masih ditutup untuk pemeriksaan keselamatan intensif setelah terjadi kebocoran karena tsunami di Fukushima tahun 2011.

Meskipun krisis di Fukushima kelihatannya memburuk, komitmen Jepang untuk mengaktifkan kembali sebagian dari 50 PLTN-nya semakin kuat dari sebelumnya, lebih dari setahun setelah pemerintah sebelumnya mengatakan akan mulai menghapuskan tenaga nuklir sepenuhnya.

Perdana Menteri Shinzo Abe, yang mulai menjabat pada bulan Desember, mengatakan tenaga nuklir tetap penting, meskipun ada peningkatan kapasitas pembangkit energi matahari, angin dan sumber-sumber terbarukan lainnya, dan bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia itu tidak mampu membayar besarnya biaya impor gas dan minyak.

Bencana di PLTN Daiichi Fukushima, kecelakaan nuklir terburuk sejak ledakan Chernobyl tahun 1986, memicu dipertimbangkannya kembali sejumlah rencana untuk meningkatkan kapasitas nuklir dari sepertiga menjadi lebih dari separuh permintaan total.
XS
SM
MD
LG