Tautan-tautan Akses

Jepang Panggil Dubes China Terkait Perselisihan di Laut China Timur


Kepulauan Senkaku (Diaoyu dalam bahasa China) yang menjadi sengketa antara Jepang dan China (Foto: dok).

Kepulauan Senkaku (Diaoyu dalam bahasa China) yang menjadi sengketa antara Jepang dan China (Foto: dok).

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Akitaka Saiki memanggil Duta Besar China Cheng Yonghua pada pukul 2 siang, sewaktu insiden maritim di Laut China Timur berlangsung, untuk menyatakan “keprihatinan serius” dan mengajukan protes.

China hari Kamis (9/6) menolak peringatan dari Tokyo, hanya beberapa jam setelah Jepang menyatakan tekad kuat untuk melindungi teritorinya, setelah sebuah kapal Angkatan Laut China berlayar di dekat kepulauannya yang disebut Senkaku, yang diklaim oleh kedua negara.

Kepulauan Diaoyu itu termasuk wilayah China, sebut kementerian pertahanan di Beijing, seraya menegaskan bahwa Angkatan Laut China berhak berlayar melalui perairan wilayahnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Akitaka Saiki memanggil Duta Besar China Cheng Yonghua pada pukul 2 siang, sewaktu insiden maritim di Laut China Timur berlangsung, untuk menyatakan “keprihatinan serius” dan mengajukan protes, demikian pernyataan kementerian luar negeri Jepang.

Jepang akan melindungi kepulauan Senkaku dengan cara apapun dan kapal fregat China yang berlayar Kamis pagi di dekat perairan territorial Jepang merupakan “masalah dan perilaku serius yang secara sepihak meningkatkan ketegangan,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan di Tokyo.

Kapal-kapal patroli China, kadang-kadang terlihat di dekat atau telah memasuki perairan yang dianggap wilayah Jepang. Tetapi insiden hari Kamis merupakan pertama kalinya sebuah kapal Angkatan Laut berlayar menuju kawasan yang disengketakan itu.

Para pejabat Jepang menyatakan Perdana Menteri Shinzo Abe telah menginstruksikan pemerintahnya agar berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain terkait insiden ini. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG