Tautan-tautan Akses

Jepang Kukuhkan Kematian 3 Warganya dalam Serangan di Tunisia


Warga Tunisia menyalakan lilin di pintu masuk Museum Nasional Bardo di Tunis, pasca serangan pria bersenjata 18 Maret 2015 (AP Photo/Michel Euler).

Warga Tunisia menyalakan lilin di pintu masuk Museum Nasional Bardo di Tunis, pasca serangan pria bersenjata 18 Maret 2015 (AP Photo/Michel Euler).

Tiga warga Jepang tewas dan tiga lainnya cedera, dalam serangan militan terhadap turis di Tunisia, demikian diumumkan pemerintah Jepang, hari Kamis (19/3).

Sekretaris Utama Kabinet, Yoshihide Suga, mengatakan, laporan semula bahwa lima warga Jepang tewas, keliru, setelah para pejabat mengecek nama-nama wisatawan, dengan berbicara kepada keluarga-keluarga yang bepergian bersama dan yang mengunjungi rumah-rumah sakit.

PM Tunisia semula menyebut lima warga Jepang adalah di antara 19 korban. Suga menolak merilis nama-nama korban itu, seraya menekankan, perlu izin dari pihak keluarga.

Noriko Yuki, 35 tahun, yang cedera dalam serangan tersebut, mengatakan dalam wawancara televisi Jepang dari kamar rumah sakitnya, dia ditembak segera setelah mendengar suara tembakan di luar museum Bardo.

Seorang pemandu wisata kemudian menyuruhnya pindah ke ruang lain. Ibu Yuki, Nobuko, umur 68 tahun, ditembak di leher dan dibawa ke rumah sakit lain. Para korban ditembak oleh dua militan yang keluar dari sebuah kendaraan, lalu menembaki para wisatawan yang keluar dari bis-bis di lokasi museum tersebut.

XS
SM
MD
LG