Tautan-tautan Akses

Jepang Desak Panel PBB Cari Kerabat Mereka yang Diculik Korea Utara


Foto yang dirilis tanggal 17 November 2004 oleh Asosiasi Nasional untuk penculikan warga Jepang oleh Korea Utara yang berpusat di Tokyo ini menunjukkan gambar Megumi Yokota berdiri di dekat sebuah mobil di sebuah tempat yang tidak diketahui di Korea Utara, setelah diculik dari Jepang (Foto: dok).

Foto yang dirilis tanggal 17 November 2004 oleh Asosiasi Nasional untuk penculikan warga Jepang oleh Korea Utara yang berpusat di Tokyo ini menunjukkan gambar Megumi Yokota berdiri di dekat sebuah mobil di sebuah tempat yang tidak diketahui di Korea Utara, setelah diculik dari Jepang (Foto: dok).

Kerabat warga Jepang yang diculik Korea Utara tahun 1970-an dan 1980-an mendesak panel PBB untuk membantu meningkatkan upaya pencarian mereka yang masih hilang, Kamis (29/8).

Komisi Penyelidik PBB yang menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM di Korea Utara mendengar dari beberapa saksi, termasuk orangtua Megumi Yokota, yang diculik tahun 1977 ketika berusia 13 tahun.

Ibu Megumi, Sakie Yokota, usia 77 tahun, kepada panel itu mengatakan Megumi hilang "bagai kepulan asap," menyebabkan keluarganya dalam keadaan tersiksa sehingga, menurutnya, nyaris membuat mereka gila. Ayah Megumi, Shigeru Yokota, usia 80 tahun, mengatakan Pyongyang satu-satunya pihak yang tahu berapa banyak warga Jepang yang diculik. Ia mendesak agar panel PBB menekan Korea Utara supaya merilis lebih banyak informasi.

Korea Utara pada tahun 2002 mengakui menculik beberapa warga Jepang untuk memaksa mereka mengajarkan bahasa dan budaya Jepang kepada mata-mata Korea Utara.

Korea Utara mengatakan semua korban penculikan sejak itu sudah dipulangkan atau meninggal. Banyak orang Jepang menduga Pyongyang menyembunyikan korban yang masih hidup dan jumlah orang yang diculik lebih banyak daripada yang diakui. Masalah tersebut telah menjadi kendala besar bagi hubungan Jepang-Korea Utara.
XS
SM
MD
LG