Tautan-tautan Akses

Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan Akhiri KTT 2 Hari di Tokyo

  • Martyn Williams

PM Tiongkok Wen Jiaobao, PM Jepang Naoto Kan, dan Presiden Korsel Lee Myung Bak bertemu dalam KTT 3 negara di Tokyo, Jepang (22/5).

PM Tiongkok Wen Jiaobao, PM Jepang Naoto Kan, dan Presiden Korsel Lee Myung Bak bertemu dalam KTT 3 negara di Tokyo, Jepang (22/5).

Pada akhir KTT dua hari di Tokyo, pemimpin ketiga negara sepakat untuk bekerjasama mengenai sejumlah isu regional, termasuk keamanan nuklir dan perdagangan.

KTT itu adalah yang pertama mempertemukan ketiga pimpinan negara itu sejak bencana bulan Maret. Tuan rumah pertemuan, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, berjanji untuk berbagi informasi lebih rinci mengenai krisis nuklir Fukushima Daiichi dengan kedua negara tetangganya.

Tiongkok dan Korea Selatan sebelumnya mengecam Jepang karena mengalirnya ribuan ton air radioaktif ke Lautan Pasifik tanpa memberi peringatan sebelumnya kepada mereka. Naoto Kan menyampaikan penyesalannya atas kegagalan pemberitahuan itu dalam KTT tersebut.

Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiaobao dan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak memulai kunjungan mereka ke Jepang hari Sabtu dengan bertemu orang-orang yang selamat di kawasan bencana dan mengheningkan cipta bagi 24.000 orang yang tewas atau hilang. Kedua negara itu adalah yang pertama memberi bantuan kepada Jepang segera setelah terjadi gempa berkekuatan 9.0.

Dalam masalah perekonomian, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan kepada wartawan ketiga pemimpin negara sepakat untuk mempercepat persiapan perjanjian perdagangan bebas tiga negara.

Naoto Kan mengatakan sebuah perjanjian akan mendorong perdagangan di antara ketiga negara dan membantu Asia secara keseluruhan.

Meskipun ada hubungan perdagangan di antara ketiga negara, masalah-masalah historis, khususnya pendudukan Jepang di banyak wilayah Asia pada paruh pertama abad ke-20, tetap peka.

Komunike akhir KTT itu menyebutkan ketiga negara akan memperluas pertukaran kebudayaan dan pariwisata untuk meningkatkan hubungan persahabatan. Mereka juga akan memajukan penggunaan energi yang dapat diperbaharui, dan bekerjasama erat dalam keamanan maritim serta upaya pencarian dan penyelamatan.

Ketiga pemimpin itu juga membahas situasi keamanan di Asia timur laut. Ketiga pemimpin itu menegaskan kembali kepentingan mereka dalam menghidupkan lagi perundingan enam pihak yang buntu mengenai program nuklir Korea Utara yang kontroversial.

KTT itu adalah pertemuan tahunan keempat yang dilakukan di antara ketiga negara itu, Pertemuan kelima akan diadakan di Tiongkok tahun depan.

XS
SM
MD
LG