Tautan-tautan Akses

Jemaah Syiah Sampang dan Warga Setempat Deklarasikan Perdamaian

  • Petrus Riski

Ikmil Almial membacakan deklarasi perdamaian warga Sampang dan jemaah Syiah Sampang di rumah susun Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur, 23 September 2013. (VOA/Petrus Riski)

Ikmil Almial membacakan deklarasi perdamaian warga Sampang dan jemaah Syiah Sampang di rumah susun Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur, 23 September 2013. (VOA/Petrus Riski)

Warga Sampang, Madura dan jemaah Syiah Sampang sepakat mewujudkan perdamaian di wilayah mereka yang sempat terlibat konflik pada akhir tahun 2012.

Sekitar 50 perwakilan warga Sampang, Madura mendatangi penampungan sementara jamaah Syiah Sampang di rumah susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. Mereka merupakan sesama warga kampung di Karang Gayam dan Bluuran, Omben, Sampang Madura, yang terlibat konflik pada akhir 2012 lalu.

Kedua belah pihak sepakat untuk mewujudkan perdamaian di antara warga yang terlibat konflik, akibat ketidaktahuan serta terprovokasi kebencian sekelompok kecil pihak yang menginginkan terus terjadinya kekerasan di wilayah tersebut.

Perwakilan warga Sampang, Muhjaroh mengatakan, pihaknya akan terus mengajak warga untuk mewujudkan perdamaian di Sampang, yang dapat terwujud bila didukung semua pihak termasuk pemerintah.

“Apalah artinya sebagai seorang saya, tidak ada artinya kalau tidak ada dorongan, bantuan dari semua pihak, pemerintah, sesepuh dan para ulama,” kata Muhjahroh, Perwakilan Warga Sampang, Madura.

Perwakilan warga Syiah Sampang, Iklil Almilal mengungkapkan, proses perdamaian ini merupakan langkah positif untuk mewujudkan perdamaian sesungguhnya di Sampang, tanpa harus mempermasalahkan lagi kejadian yang telah berlalu serta perbedaan keyakinan di antara mereka.

“Ya salah satunya bahwa bagi kami itu adalah kekeluargaan, persaudaraan itu yang nomor satu, seperti itu, Masalah apa yang kami yakini, itu pilihan masing-masing, artinya bagi mereka tidak akan membicarakan lagi masalah perbedaan paham atau ini, bagi mereka adalah saudara, seperti itu,” jelas perwakilan warga Syiah Sampang, Iklil Almilal.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya, Andy Irfan Junaidi mengatakan kemajuan mewujudkan perdamaian di Sampang harus terus ditingkatkan, dengan membangun perdamaian di tingkat tokoh masyarakat dan pemerintah daerah. Sejauh ini pemerintah kurang berperan dalam mewujudkan perdamaian, serta memulihkan hak korban yang selama ini harus terusir dari kampung halamannya.

“Tentu ini sebuah kemajuan besar dalam upaya kita untuk mendorong rekonsiliasi di konflik berlatar belakang agama di Sampang. Cuma yang agak disayangkan adalah peran pemerintah yang kecil untuk mendukung upaya ini. Sampai hari ini Kontras belum melihat upaya yang serius dari pemerintah untuk memberi dukungan penuh atas inisiatif yang telah dilakukan oleh teman-teman kita di tingkat grass root,” kata Andy Irfan Junaidi, Koordinator Kontras Surabaya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG