Tautan-tautan Akses

Jelang Pilkada, Kepolisian Poso Minta Tambahan Aparat

  • Yoanes Litha

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Idham Azis memberikan keterangan di Mapolres Poso (foto. dok VOA/Yoanes).

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Idham Azis memberikan keterangan di Mapolres Poso (foto. dok VOA/Yoanes).

Kepolisian Resor Poso, Sulawesi Tengah meminta tambahan 100 personil Brimob dari Jakarta untuk membantu mengamankan pemilihan kepala daerah atau pilkada yang akan dilangsungkan serentak tanggal 9 Desember.

Permintaan tambahan 100 personil Brimob itu disampaikan Kepala Kepolisian Resor Poso AKBP Ronny Suseno kepada VOA akhir pekan lalu. Penambahan ini – ujar Ronny – untuk menambah kekuatan polisi menjelang dan hingga berakhirnya proses pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada, yang dilangsungkan secara serentak di seluruh Indonesia hari Rabu (9/12) mendatang.

Sebelumnya, pihak inteljen sudah merekomendasikan penambahan personil aparat ini mengingat rawannya beberapa daerah dimana pilkada akan dilangsungkan, yaitu di kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan dan Lore Utara.

“Memang ada beberapa daerah yang sekiranya menurut inteljen perlu harus ada atensi khusus, terutama di daerah bagian pesisir. Jadi kita sudah menyiapkan tanggal 6 Desember ini pasukan tambahan Brimob BKO dari Jakarta untuk memperkuat sebagian wilayah di kabupaten Poso – terutama di Pesisir. Juga di Napu dimana kita sudah siapkan sejumlah satu SST, di Poso Pesisir juga diperkuat 1 SST, dengan tugas mengawal pengamanan terlaksananya pilkada dengan aman,” kata Ronny Suseno.

Sejak 28 Oktober lalu pihak kepolisian dan TNI sudah menggelar operasi perburunan kelompok teroris Santoso di hutan-hutan pegunungan, yang secara administrasi masuk di keempat kecamatan itu. Operasi yang disebut Camar Maleo IV itu berlangsung hingga 9 Januari 2016.

“Memang ada ancaman dari kelompok teroris. Juga ada oknum-oknum tertentu yang mungkin mau memanfaatkan situasi yang sudah mulai kondusif ini dengan momen pilkada. Ini menjadi sasaran kita,” tambah Ronny.

Dengan kehadiran satu satuan setingkat kompi Brimob dari Jakarta, maka jumlah kekuatan kepolisian di Poso kini menjadi 700 personil.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Idham Aziz menyatakan pihaknya juga sudah mengerahkan 6.000 personil polisi – termasuk 500 personil Brimob Daerah untuk mengamankan pilkada.

“Persiapan pengamanan pilkada sudah 90%. Tanggal 5 Desember selesai kampanye dan tanggal 6 Desember saya geser pasukan mulai dari yang terujung di Banggai Laut. Semua saya tambah dengan 500 personil Brimob, di Tolitoli, Banggai, semua. Saya kira sudah 90% dari dua per tiga kekuatan di Polda Sulawesi Tengah disiapkan untuk pengamanan pilkada ini. Totalnya kurang lebih enam ribuan,” papar Idham.

Idham Aziz menilai meski rawan aksi kekerasan, secara keseluruhan keamann di Sulawesi Tengah – yang meliputi 12 kabupaten dan 1 kota – berada dalam kondisi kondusif. [yl/em]

XS
SM
MD
LG