Tautan-tautan Akses

Jelang Pertemuan Trilateral, Menlu Indonesia Bertemu Menlu Filipina

  • Fathiyah Wardah

Menlu Retno Marsudi mengumumkan pembebasan 10 WNI di Istana Bogor, 1 Mei 2016. (VOA/Fathiyah Wardah)

Menlu Retno Marsudi mengumumkan pembebasan 10 WNI di Istana Bogor, 1 Mei 2016. (VOA/Fathiyah Wardah)

Menteri Luar Negeri Indonesia dan Filipina hari Rabu (4/5) melakukan pertemuan jelang pertemuan trilateral yang melibatkan Indonesia, Malaysia dan Filipina di Yogyakarta.

Menjelang pertemuan trilateral yang melibatkan Indonesia, Filipina, dan Malaysia, di Yogyakarta hari Kamis (5/5), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi hari Rabu (4/5) melakukan pertemuan pendahuluan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Jose Rene Almendras di gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri luar negeri itu membahas soalsituasi keamanan di perairan kawasan, penyelesaian perbatasan, kerja sama ekonomi, perlindungan WNI, kerja sama dalam ASEAN serta isu isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Filipina Jose Rene Almendras juga membahas perkembangan proses ratifikasi persetujuan batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) karena Indonesia dan Filipina telah menandatangani persetujuan itu pada 23 Mei 2014. Pada kesempatan itu, Retno juga kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Filipina atas kerja sama dalam pembebasan sepuluh warga Indonesia itu.

"Kerja sama baik kita harapkan dalam upaya kita melepaskan empat warga negara kita sampai saat ini masih disandera oleh kelompok bersenjata," kata Retno.

Menteri Luar Negeri Filipina Jose Rene Almendras mengakui pembebasan sepuluh warga negara Indonesia dari sekapan kelompok Abu Sayyaf sangat berarti bagi negaranya. Menlu Filipina itu juga mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan pemerintah Indonesia kepada negaranya terkait soal pembebasan warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Ditambahkannya rakyat Indonesia seharusnya bangga pada pemerintahnya karena tanpa kerja keras pemerintah tidak mungkin kesepuluh warga itu dibebaskan. Almendras berharap pembebasan empat sandera lainnya bisa terwujud.

"Rakyat Indonesia mesti bangga terhadap pemerintah Indonesia. Upaya mereka, inisiatif mereka, di mana kami bekerja sama dengan mereja dan melihat hasilnya. Kami berharap pembebasan empat sandera lainnya bisa terwujud," ujarnya.

Sejumlah pejabat ikut menjemput kesepuluh sandera itu ketika tiba di Jakarta Minggu malam (1/5), antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Abu Sayyaf menyandera sepuluh warga Indonesia itu setelah membajak kapal Brahma dan Anand 12 pada 26 Maret lalu. Kelompok bersenjata di Filipina Selatan ini masih menyandera empat warga Indonesia lainnya sehabis membajak dua kapal lagi pada 15 April.

Lebih lanjut Menteri Almendras mengatakan Filipina sangat tertarik dan mendukung gagasan Indonesia untuk duduk bersama serta mencapai kesepakatan buat memerangi kegiatan ilegal yang telah mengganggu jalur pelayaran.Pertemuan trilateral itu bakal melibatkan menteri luar negeri dan panglima angkatan bersenjata dari ketiga negara yakni Indonesia,Malaysia dan Filipina. [fw/em]

XS
SM
MD
LG