Tautan-tautan Akses

Jelang KTT, Burundi Tegaskan Sikapnya Terhadap Pasukan Uni Afrika


Kelompok oposisi Burundi saat menghadiri pembicaraan damai di Entebbe State House, sebelah timur ibukota Kampala, 28 Desember 2015 (Foto: dok).

Kelompok oposisi Burundi saat menghadiri pembicaraan damai di Entebbe State House, sebelah timur ibukota Kampala, 28 Desember 2015 (Foto: dok).

Pada hari Kamis, koalisi oposisi utama Burundi CNARED mendesak Uni Afrika dan masyarakat internasional untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.

Pada malam pertemuan puncak Uni Afrika di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, Burundi kembali mengatakan tidak akan menerima penjaga perdamaian Uni Afrika di negara itu.

Pada hari Kamis, koalisi oposisi utama Burundi CNARED mendesak Uni Afrika dan masyarakat internasional untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.

Kata pemimpin CNARED Leonard Nyangoma, kegagalan masyarakat internasional mendukung rakyat Burundi akan mengarah pada "kebangkitan kelompok-kelompok bersenjata" untuk melawan apa yang disebutnya "agresi Presiden Pierre Nkurunziza."

Burundi sudah mengatakan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di Burundi akan dianggap pasukan invasi. Menteri Luar Negeri Alain Nyamitwe mengatakan Uni Afrika tidak dapat mengirim pasukan ke negara anggota tanpa persetujuan negara bersangkutan. [as]

XS
SM
MD
LG