Tautan-tautan Akses

Jawa Timur Siapkan Antisipasi Hadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor

  • Petrus Riski

BPBD Jawa Timur menyiapkan kendaraan operasional untuk membantu di daerah bencana (Foto: VOA/Petrus)

BPBD Jawa Timur menyiapkan kendaraan operasional untuk membantu di daerah bencana (Foto: VOA/Petrus)

Peristiwa longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyiagakan diri menghadapi puncak musim penghujan pada akhir Desember ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menyiagakan aparat gabungan serta menyiapkan peralatan berat, sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Kabupaten dan Kota yang dinilai memiliki kerawanan tinggi untuk longsor dan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Sudarmawan mengatakan, dari 38 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, 22 Kabupaten dan Kota dinyatakan rawan terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Trenggalek dan Pacitan menjadi kawasan yang dinilai paling rawan terjadinya bencana tanah longsor.

“Ya kalau tanah longsor tadi sudah kita bicarakan bersama, di seluruh Jawa Timur ada 22 Kabupaten, Pacitan, lalu Trenggalek, artinya Jawa Timur sebelah selatan itu semuanya. Kalau dari frekuensi ya Pacitan, dari frekuensi longsor, itu memberikan kontribusi sekitar 31 persen pada tahun 2013,” kata Sudarmawan.

Bupati Pacitan, Indartato kepada VOA mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan langkah antisipasi terkait kerawanan bencana di Pacitan. Meski belum ada kawasan yang terjadi longsor, penguatan kawasan yang rawan telah dilakukan, sambil terus menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap gejala tanah longsor yang mungkin terjadi.

“Yang kemarin aja ada 34 rumah yang retak, tapi tidak longsor (cuma) retak-retak, yang rawan itu. Hampir semuanya (kecamatan) rawan, semua rawan karena konturnya (tanah) disana adalah pegunungan, 85 persen adalah pegunungan, yang landai itu hanya sekitar 14,6 persen,” kata Indartato, Bupati Pacitan.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan, pihaknya telah melakukan evaluasi serta kesiapan menghadapi kemungkinan bencana banjir dan tanah longsor yang ada di Jawa Timur, seperti Trenggalek, Pacitan, Malang selatan, serta kawasan yang memiliki hutan kritis.

Selain itu antisipasi banjir juga telah dilakukan di daerah sekitar aliran sungai, terutama Bengawan Solo dan Brantas.

“Untuk longsor itu sementara, itu pertama jalan antara Ponorogo-Trenggalek, Malang selatan, dan paling banyak adalah Pacitan tapi ke jalan bukan ke penduduk. Sekarang kita evaluasi semuanya yang banyak penduduknya termasuk bareng seperti apa,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo

XS
SM
MD
LG