Tautan-tautan Akses

Jammu dan Kashmir Langsungkan Pemungutan Suara

  • Anjana Parischa

Warga Kashmir antri di sebuah TPS di Shadipora, pinggiran Srinagar, ibukota Kashmir-India (25/11).

Warga Kashmir antri di sebuah TPS di Shadipora, pinggiran Srinagar, ibukota Kashmir-India (25/11).

Satu-satunya negara bagian di India yang mayoritas penduduknya Muslim, Jammu dan Kashmir mulai melaksanakan pemungutan suara Selasa (25/11) untuk memilih pemerintahan baru negara bagian.

Partai nasionalis Hindu yang berkuasa, Bharatiya Janata, mengambil langkah berani untuk berkuasa di negara bagian Jammu dan Kashmir, di mana kehadirannya sangat kecil dan sentimen anti-India tinggi.

Meskipun ada seruan boikot oleh separatis Muslim dan cuaca dingin, pemilih berdiri dalam antrean panjang di negara bagian Jammu dan Kashmir untuk memberikan suara bagi 15 kursi di pemerintah. Pemungutan suara hari Selasa itu adalah tahap pertama dari lima tahap pemilu yang diadakan di wilayah bermasalah itu.

Perhatian umumnya akan terpusat pada perolehan suara Partai Bharatiya Janata (BJP), yang sejauh ini menjadi pemain marjinal di negara bagian itu. BJP memperebutkan 70 dari 87 kursi.

Harapan BJP merebut kemenangan muncul setelah partai itu menang besar dalam pemilu nasional Mei lalu dan dengan kemenangan mengesankan, partai itu unggul di dua negara bagian bulan lalu.

Tetapi, upayanya untuk menang di negara bagian di pegunungan Himalaya itu membuat banyak orang terkejut. Daerah bermasalah itu didominasi Muslim, banyak dari mereka menganggap partai nasionalis Hindu sebagai anti-Muslim dan melihatnya dengan penuh kecurigaan. Walaupun pemberontakan separatis Muslim telah mereda, sentimen anti-India tinggi di Kashmir, yang juga diklaim Pakistan.

Namun, jurubicara BJP, Sidharth Nath Singh, optimistis mengenai kinerja partainya di negara bagian tersebut. Partainya mengandalkan kemenangan pada popularitas Perdana Menteri Narendra Modi.

"Mereka menginginkan pembangunan. Menurut saya, Narendra Modi kini dianggap sebagai ikon pembangunan, dan itu memberi kami banyak harapan melihat anak-anak muda Jammu dan Kashmir," ujar Singh.

Kandidat-kandidat BJP, hampir separuh dari mereka adalah Muslim, berusaha mempengaruhi pemilih dengan menjanjikan pembangunan jalan bebas hambatan, membuka lapangan kerja baru dan menjadikan Kashmir sebagai pusat wisata internasional.

Partai tersebut umumnya mengandalkan kinerja yang baik di wilayah Jammu yang didominasi Hindu, dan wilayah Ladakh yang didominasi Budha untuk merebut pemilih. Tetapi partai itu harus merebut dukungan di lembah Kashmir itu untuk menjadi pemain politik yang kredibel.

Analis politik Satish Misra pada Yayasan Penelitian Observer di New Delhi mengatakan BJP berharap kekecewaan pada dua partai regional dan Partai Kongres, yang mendominasi politik lokal, akan menguntungkan posisinya.

Hasil jajak pendapat baru-baru ini di negara bagian itu menunjukkan BJP bisa muncul sebagai partai terbesar di negara bagian tersebut, tetapi tidak sampai menjadi mayoritas. Pemungutan suara akan berakhir tanggal 20 Desember dan surat suara akan dihitung tanggal 23 Desember.

XS
SM
MD
LG