Tautan-tautan Akses

AS

Jam Kerja '9-to-5' Semakin Tidak Populer di AS

  • Associated Press

Di Cross Campus, sebuah ruang kolaboratif untuk para pekerja lepas profesional di Santa Monica, California, salah satu pendirinya Sensay Ariel Jalali (kanan) menawarkan pekerjaan pada Presiden AS Barack Obama setelah ia tidak menjabat lagi. (Foto: Dok)

Di Cross Campus, sebuah ruang kolaboratif untuk para pekerja lepas profesional di Santa Monica, California, salah satu pendirinya Sensay Ariel Jalali (kanan) menawarkan pekerjaan pada Presiden AS Barack Obama setelah ia tidak menjabat lagi. (Foto: Dok)

Perusahaan-perusahaan semakin terbuka untuk merekrut pekerja lepas, karena dianggap membawa ide-ide segar tanpa komitmen jangka panjang.

Bagi para pekerja di Amerika, semakin mudah dan tidak berisiko untuk menjadi pekerja lepas.

Asuransi kesehatan yang terjangkau, yang sebelumnya membuat banyak pegawai terpenjara pekerjaan-pekerjaan tradisional, semakin mudah diakses dengan adanya Undang-undang Kesehatan Terjangkau. Dan perusahaan-perusahaan semakin terbuka untuk mempekerjakan pekerja lepas dan kontraktor independen. Banyak yang mengatakan pekerja independen membawa ide-ide segar tanpa komitmen jangka panjang.

Sebuah industri yang didedikasikan untuk melayani perusahaan-perusahaan yang menawarkan pekerjaan paruh waktu dan kontrak dan orang-orang yang dapat melakukannya sedang tumbuh.

Pekerjaan-pekerjaan semacam itu dapat ditemukan di sejumlah laman, seperti Upwork.com dan Freelancer.com, atau melalui layanan-layanan perekrutan yang menghubungkan para pekerja lepas profesional dan perusahaan. Dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan ruang kantor yang dapat disewa, seperti WeWork, memungkinkan pegawai lepas bergaul dengan sesama pekerja kontrak.

Tahun 2013, 23 juta orang merupakan pekerja lepas, menurut Biro Sensus AS, atau naik 1,2 persen dari tahun sebelumnya dan naik 24 persen dari 2003. Jumlah itu tidak termasuk para pekerja lepas yang mungkin juga merekrut pekerja.

"Ini akan terus berlangsung. Semakin banyak orang yang ingin mengontrol karir mereka sendiri," ujar Brooke Borgen, salah satu pemilik Canopy Advisory Group, perusahaan perekrutan pekerja lepas di Denver, AS.

Henrty W. Brown melepaskan karir cemerlangnya di biro iklan 11 tahun lalu, karena muak bekerja 15 jam sehari dan tidak punya "kehidupan" di luar pekerjaan.

Sekarang ia bekerja 30 jam per minggu, menggarap sekitar empat proyek per tahun dan bergaji tujuh digit per tahun sebagai desainer laman dan aplikasi.

Brown sekarang memiliki waktu melakukan yoga selama dua jam, bersepeda di tengah hari sekitar tempat tinggalnya di kota New York dan makan siang dengan kawan-kawannya. Ia juga punya lebih banyak waktu untuk proyek-proyek pribadinya, seperti bekerja sukarela menolong binatang. Ia tidak ingin menjadi pegawai tetap lagi.

"Segala sesuatu mengenai kantor adalah buang-buang waktu bagi saya," ujarnya.

Tergantung dari industrinya, bekerja lepas dapat menghasilkan banyak uang. Business Talent Group menghubungkan pekerja independen dengan perusahaan-perusahaan. Para kontraktornya bisa mendapatkan antara US$1.500-$2.500 per hari, ujar CEO Jody Miller.

Sebagian besar memiliki gelar S2 dan setidaknya pengalaman kerja 10 tahun, ujarnya. Mereka dapat dipekerjakan untuk membantu peluncuran produk baru, investasi riset atau pekerjaan lain.

Allison Hemming, CEO perusahaan sumber daya manusia The Hired Guns, mengatakan persepsi perusahaan terhadap pekerja lepas telah berubah. Ketika ia memulai usahanya 15 tahun lalu, perusahaan-perusahaan akan mengatakan, "jika mereka bagus, mereka akan mendapatkan pekerjaan tetap," ujar Hemming.

"Sekarang, konsep pekerja lepas sebagai pemalas telah benar-benar hilang," ujarnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG