Tautan-tautan Akses

Jalur Pendakian 'Berdarah' di Pegunungan Blue Ridge, Virginia

  • Susy Tekunan

Dua orang pendaki beristirahat sembari menikmati pemandangan pegunungan Blue Ridge yang cantik.

Dua orang pendaki beristirahat sembari menikmati pemandangan pegunungan Blue Ridge yang cantik.

Warga Washington yang ingin kegiatan akhir pekan yang menantang, datang ke jalur pendakian Old Rag, yang dijuluki 'bloody trail.'

“Boleh saya injak lututmu?” Yan Lee memohon pada Jonathan, yang membantunya melewati salah satu bebatuan terjal. Permintaan yang tidak lazim ini justru sah terdengar di medan yang sulit di pendakian Old Rag. Trail sepanjang 12 kilometer di pegunungan Blue Ridge Virginia yang merupakan salah satu jalur paling populer di bagian Atlantik Tengah Amerika Serikat.

Awal pendakian di jalur Old Rag ditandai dengan papan batu ini.

Awal pendakian di jalur Old Rag ditandai dengan papan batu ini.

Yan dan enam orang teman memulai perjalanan mereka dari Washington, DC, pukul 8 pagi dan tiba di kaki gunung dua jam kemudian. Tempat pembelian karcis padat dengan pendaki. Sebagian besar siap dengan perlengkapan sederhana, sepatu dengan pelindung pergelangan kaki, kaus dengan bahan polyester yang ringan dan mudah kering dan tentunya tas punggung.

Termasuk dalam jalur pendakian Old Rag adalah salah satu taman yang dikelola oleh pemerintah melalui Pelayanan Taman Nasional. Tiap pendaki dikenakan tarif delapan dolar untuk masuk dan mendaki yang digunakan untuk merawat dan melestarikan taman.

Bebatuan terjal menanti para pendaki di sepanjang jalur pendakian.

Bebatuan terjal menanti para pendaki di sepanjang jalur pendakian.

Popularitas jalur pendakian terbukti dengan ramainya pendaki yang mengurangi kadar ketenangan yang biasanya diharapkan para pendaki gunung. Kelompok pendaki yang cepat mendahului mereka yang berjalan lebih lambat. Setelah sekitar dua jam berjalan, rintangan pertama yang dihadapi adalah bebatuan besar yang harus dipanjat dengan tangan dan kaki. Di beberapa tempat pendaki harus turun dari tumpukan batu besar dan mencari tempat pijakan yang kokoh.

Sepatu gunung dengan alas karet yang menggigit sangat membantu untuk menghindari pendaki dari bahaya tergelincir. Jalur pendakian ini dikenal sebagai “bloody trail” atau jalur berdarah, tepat karena banyak pendaki yang tergelincir atau melukai diri mereka sampai mengeluarkan darah. Namun, penggemar film horor akan kecewa karena mereka tidak akan menemui bekas darah di sepanjang jalur pendakian. Tingkat korban tewas juga tidak tercatat karena minim.

Sekelompok pendaki sedang melalui medan sulit.

Sekelompok pendaki sedang melalui medan sulit.

Puncak gunung setinggi 765 meter ini nampak lebih tinggi karena jalur yang tidak menentu. Pemandangan indah menyeruak tiba-tiba yang bisa membuat pendaki terkecoh, karena mengira sudah sampai di puncak gunung. Walaupun mengecewakan bagi beberapa pendaki yang kelelahan, puncak-puncak palsu ini menghibur dan justru menjadi pemicu pendaki untuk terus ke atas. Pemandangan lembah pegunungan Blue Ridge yang indah menjadi oase bagi mata yang penat dengan hutan beton dan polusi kota Washington. Lautan pepohonan hijau bergelombang dengan hiasan warna daun musim gugur di atas beberapa pohon yang tidak sabar untuk melepas daun-daunnya.

Pendaki yang mencapai puncak menghadiahi diri mereka dengan makan siang yang dibawa sepanjang hari di dalam tas punggung mereka. Mulai dari roti sandwich, buah, keripik, granola bar, trail mix sampai ayam goreng. Tentunya tidak ada sampah yang mereka tinggalkan, solidaritas terhadap alam dan sesama pendaki mendorong mereka untuk membawa pulang kembali sampah yang dihasilkan dalam perjalanan.

Bunga-bunga seperti ini tampak yang di sepanjang jalur pendakian.

Bunga-bunga seperti ini tampak yang di sepanjang jalur pendakian.

Perjalanan kembali membutuhkan waktu lebih singkat dengan medan yang lebih mudah dilalui atau dalam kata lain, cenderung membosankan. Bagi pendaki yang lelah, perjalanan kembali yang panjang bisa jadi lebih sulit dibanding pendakian ke puncak. Yan dan teman-teman menghabiskan enam jam untuk seluruh perjalanan di jalur pendakian Old Rag. Setelah itu mereka kembali bermobil dua jam kembali ke Washington, DC, tentunya setelah menyempatkan diri bersantap sore di sebuah kedai hamburger dalam perjalanan.

Sebelum tertidur di dalam mobil, Yan sempat berkata, "Ini adalah hari yang menyenangkan, saya suka sekali pendakian kita hari ini." Petualangan yang melelahkan, namun sangat berkesan karena mengeratkan tali persahabatan dan kesempatan mendekatkan diri pada alam.

XS
SM
MD
LG