Tautan-tautan Akses

Jaksa: Guru Perancis Berbohong tentang Serangan ISIS


Polisi Perancis berpatroli di bawah Menara Eiffel menjelang Konferensi Perubahan Iklim Dunia 2015, setelah Paris mengalami serangan maut.

Polisi Perancis berpatroli di bawah Menara Eiffel menjelang Konferensi Perubahan Iklim Dunia 2015, setelah Paris mengalami serangan maut.

Seorang guru taman kanak-kanak Perancis yang mengklaim bahwa ia ditikam di ruangan kelasnya oleh seorang pendukung ISIS telah mengaku kepada jaksa bahwa ia berbohong.

Guru berusia 45 tahun di sebuah sekolah di Aubervilliers, Paris timur laut itu, dirawat di rumah sakit dengan luka tusukan ringan pada rusuk dan lehernya.

Sebelumnya ia mengklaim seorang laki-laki mengenakan baju terusan dan penutup kepala datang ketika ia sedang mempersiapkan kelasnya hari Senin. Katanya laki-laki itu merebut sebuah pisau pemotong kertas dan gunting yang berada di ruangan kelas, dan menyerangnya.

Guru itu juga mengklaim bahwa laki-laki itu berteriak: "Ini untuk Daesh, ini peringatan." Daesh adalah salah satu dari nama yang digunakan untuk ISIS.

Jaksa mengatakan mereka masih menginterogasi guru tersebut, yang luka-lukanya tidak berbahaya, mengapa ia berbohong. [zb/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG