Tautan-tautan Akses

AS

Jaksa Federal AS Akan Cabut Gugatan Atas Ahli Fisika Keturunan China


Xi Xiaoxing, ahli fisika AS keturunan China yang dituntut membocorkan teknologi rahasia ke China.

Xi Xiaoxing, ahli fisika AS keturunan China yang dituntut membocorkan teknologi rahasia ke China.

Xi Xiaoxing, mantan ketua jurusan fisika Temple University, dituduh berniat jahat menyerahkan teknologi sensitif kepada China.

Tim jaksa federal Amerika berencana mencabut tuntutan terhadap Xi Xiaoxing, mantan ketua jurusan fisika Temple University, yang dituduh berniat jahat menyerahkan teknologi sensitif kepada China.

Kantor kuasa hukum di Philadelphia hari Jumat (11/9) menyampaikan mosi ke pengadilan federal untuk mencabut empat tuntutan tuduhan penipuan terhadap Xi Xiaoxing, warga kelahiran China yang memperoleh kewarganegaraan Amerika melalui proses naturalisasi.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa mengingat tuntutan terhadap profesor berusia 57 tahun itu disampaikan bulan Mei lalu, maka sidang baru akan dilanjutkan jika menerima “informasi tambahan."

Xi berkeras menyatakan dirinya tidak bersalah dengan mengatakan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum selain “praktik kerjasama akademis biasa yang dilakukan oleh banyak mitranya setiap hari."

Setelah ditangkap bulan Mei lalu, Xi secara sukarela mengundurkan diri dari posisi ketua jurusan fisika Temple University, tetapi tetap menjadi anggota fakultas di sana.

Sebelumnya, tim jaksa menuduh Xi mencari kedudukan bergengsi di China sebagai imbalan menyediakan data teknologi elektronik yang diciptakan sebuah perusahaan Amerika. Xi bekerja untuk perusahaan itu ketika dalam proses naturalisasi tahun 2002. Perusahaan itu mengembangkan piranti superkonduktor setipis film yang mengandung magnesium diborida.

Tahun 2004, Xi dianugerahi beasiswa dari Departemen Pertahanan Amerika untuk membeli piranti itu guna penelitian lebih lanjut, tetapi tim jaksa menuduh Xi “memanfaatkan hal itu demi keuntungan pihak ketiga di China, termasuk entitas pemerintah China."

Mosi pencabutan tuntutan itu diajukan setelah Xi dan kuasa hukumnya, Peter Zeidenberg, menyajikan paparan kepada tim penyelidik pada 21 Agustus lalu. Paparan itu mencakup keterangan tertulis dari sejumlah pakar dan fisikawan terkenal dunia yang mengkaji email-email antara Xi dan kontak-kontaknya di China, serta menjelaskan bahwa Xi terlibat dalam upaya ilmiah yang hanya memiliki aplikasi komersil sangat kecil dan tidak melibatkan teknologi sensitif, ujar Zeidenberg.

Jika terbukti bersalah, Xi tadinya terancam hukuman penjara selama 80 tahun dan denda sebesar US$1 juta. Mosi pencabutan tuntutan itu harus disetujui terlebih dahulu oleh hakim distrik.

Dalam wawancara dengan VOA, Xi mengatakan sangat trauma dengan pengalaman yang dialaminya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG