Tautan-tautan Akses

Jakarta Rangkul Jepang Tangani Bencana Wilayah Perkotaan

  • Budi Nahaba

Kota-kota besar di Jepang juga menghadapi ancaman bencana yang sama, seperti banjir yang sering melanda Jakarta.

Kota-kota besar di Jepang juga menghadapi ancaman bencana yang sama, seperti banjir yang sering melanda Jakarta.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, Jakarta perlu belajar dari Jepang dalam penanganan berbagai bencana yang berpotensi melanda ibukota.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, Jakarta perlu membekali cukup kemampuan dari para pakar asal Jepang, terutama dalam penanganan berbagai bentuk bencana yang berpotensi melanda ibukota.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo Rabu (12/1), mengatakan kemitraan Pemprov DKI dengan pihak Jepang kali ini khusus terkait masalah-masalah penanggulangan bencana alam yang berpotensi melanda wilayah perkotaan, seperti Jakarta.

Fauzi Bowo mengatakan, “Kita melihat ini dari perspektif kebutuhan kota Jakarta, rawan terhadap kebakaran, banjir, dan bahaya-bahaya lain. Sekarang juga gempa bumi dan rob (banjir karena pasang laut). Dan ini pada umumnya dihadapi oleh kota besar juga di Jepang."

Hari Rabu (12/1), di gedung Balaikota Jakarta Gubernur Fauzi Bowo menerima kunjungan delegasi Jepang yang dipimpin oleh Direktur Badan Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang (Fire and Disaster Management Agency-FDMA), Tsukada Keisuke.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, disamping saling berbagi informasi dalam penanggulangan bencana , pihaknya juga menyoroti kemampuan Jepang membangun kesadaran serta membekali setiap warganya lebih tanggap bencana.

Jakarta perlu belajar dari Jepang bagaimana memberdayakan kekuatan masyarakat, seperti volunteers (sukarelawan) saat mengatasi bencana.

Jakarta perlu belajar dari Jepang bagaimana memberdayakan kekuatan masyarakat, seperti volunteers (sukarelawan) saat mengatasi bencana.

Fauzi menjelaskan, “Bedanya di Jepang itu dia sudah melembaga, banyak sekali kekuatan masyarakat yang diberdayakan, volunteers (sukarelawan), dan ini dirangkum dalam suatu rencana aksi yang baik dan terintegrasi.”

Kunjungan delegasi Jepang tersebut juga diisi dengan sejumlah agenda, diantaranya dengan menggelar seminar “Penanggulangan Bencana Indonesia-Jepang", yang bertempat di Hotel Nikko, Jakarta.

Seminar ini diikuti oleh para peserta dari dinas terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi DKI, terutama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Badan SAR (Search and Rescue) Nasional (BASARNAS), serta berbagai organisasi yang sering terlibat dalam penanganan bencana di Indonesia.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan, dari seminar tersebut pihaknya mendapat cukup informasi, terutama terkait sarana dan pelatihan yang diterapkan di Jepang.

Paimin mengatakan, “Memang alat kita sangat minim untuk peralatan dan pelatihan. Harapanya instruktur dan anggota kita dapat dididik di Jepang. Kelihatannya, profesionalisme daripada anggota mereka sangat mendukung peningkatan Sumber daya manusia kita.”

Kesadaran masyarakat menjadi sukarelawan tanggap bencana di ibukota Jakarta khususnya, cukup meningkat. Generasi muda-pun tampaknya cukup antusias menjadi sukarelawan tanggap bencana.

Warga Jakarta, Ully mengatakan, “Relawan itu independen, sifatnya kalau ada penanganan bencana alam baru berkumpul ya."

Yayat, warga lainnya menambahkan, “Harus melibatkan masyarakat, agar ada kepedulian.”

Sementara, Tuti seorang mahasiswa berkomentar, “Sadar sih. Kan bencana-bencana di Indonesia sudah banyak banget."

Saat ini, pemerintah Indonesia juga tengah merintis pendirian Pusat Mitigasi Bencana Kawasan Negara ASEAN (ASEAN Co-ordinating Center for Humanitarian Assistance on disaster management).


XS
SM
MD
LG