Tautan-tautan Akses

AS

Jajak Pendapat: Rakyat AS Optimistis Masuki Tahun 2017


Angka 17 dalam ukuran besar tiba di Times Square, New York, sebelum dipasang dan diberi lampu untuk perayaan Tahun Baru (15/12).

Lima puluh lima persen warga yakin kondisi akan membaik, naik 12 poin dibandingkan hasil survei yang sama tahun lalu.

Dunia politik yang hiruk pikuk, konflik di berbagai kawasan dan insiden penembakan adalah beberapa peristiwa besar yang mewarnai tahun 2016, tetapi rakyat Amerika tetap memasuki tahun baru 2017 dengan optimistis, menurut jajak pendapat yang dilakukan kantor berita Associated Press.

Jajak pendapat itu menemukan bahwa mayoritas rakyat AS yakin situasi akan lebih baik di negara mereka tahun depan.

Pertanyaan pertama yang disampaikan Associated Press adalah bagaimana warga menilai apa yang terjadi pada tahun 2016. Hanya 18 persen yang mengatakan kondisi di negara ini membaik, sementara 33 persen mengatakan kondisi memburuk dan 47 persen lainnya mengatakan kondisi sama sekali tidak berubah dari tahun 2015.

Namun secara pribadi, warga optimistis menyambut tahun 2017. Lima puluh lima persen warga yakin kondisi akan membaik, naik 12 poin dibandingkan hasil survei yang sama tahun lalu.

“Orang akan punya pekerjaan yang lebih baik dan uang yang lebih banyak," ujar Bourema Tamboura, seorang warga Harlem yang bekerja pda layanan jasa mobil di New York.

“Saya berharap tahun 2017 akan lebih baik," ujar Elizabeth Flynn, guru sekolah dasar dari Peabody, Massachusetts, yang berusia 62 tahun.

“Kita harus optimitis. Setidaknya berusaha optimistis," tambahnya.

Survei ini menunjukkan lebih banyak pendukung Partai Demokrat yang menilai tahun 2016 lebih buruk dibanding tahun 2015. Sebagian pendukung Partai Republik bahkan memperkirakan tahun 2017 akan lebih baik bagi mereka secara pribadi.

Benjamin Alsup, profesor di Universitas Miami, mengatakan hanya membutuhkan tiga kata untuk menyatakan mengapa tahun 2016 terasa lebih buruk baginya: Trump, Trump, Trump.

Sementara seorang makelar real estat di New York, Robert Greenstone, mengatakan terpilihnya calon presiden Partai Republik Donald Trump sebagai presiden membuat emosi kebanyakan warga Amerika menjadi kacau balau.

“Begitu besarnya disinformasi yang ada membuat orang mencurigai siapa pun, termasuk tetangga mereka sendiri," ujar Greenstone.

Pemilu Peristiwa Utama

Pemilihan presiden menjadi peristiwa paling utama tahun 2016 bagi sebagian besar warga Amerika Serikat. Tiga perempat responden mengatakan pemilu dan kemenangan Trump merupakan hal yang sangat penting.

Enam puluh persen menilai penembakan massal dan pemboman di Orlando, Florida dan di negara-negara lain seperti di Belgia, Turki, Pakistan dan Perancis adalah peristiwa-peristiwa yang penting pada tahun 2016.

Sementara 50 persen warga mengatakan berita kematian warga yang ditembak polisi, atau penyergapan terhadap polisi di tiga negara bagian, merupakan peristiwa yang paling penting. Tetapi 43 persen warga menilai Zika sebagai peristiwa terpenting.

Tiga peristiwa yang dinilai tidak terlalu penting, berdasarkan persentase pendapat warga, adalah kematian petinju Muhammad Ali (50 persen), disetujuinya penggunaan mariyuana di empat negara bagian (43 persen) dan kematian Fidel Castro (40 persen).

Lalu bagaimana dengan peristiwa dalam bidang olahraga dan budaya populer? Mayoritas warga Amerika, termasuk 7 dari 10 warga di negara-negara bagian tengah Amerika, menyebut kemenangan Chicago Cubs dalam World Series bulan November lalu, yang baru dicapai setelah upaya keras selama 108 tahun ini, sebagai peristiwa yang paling berkesan.

Dari sembilan peristiwa budaya populer lain yang ditanyakan Associated Press, hanya dua yang paling diingat warga Amerika, yaitu kematian Prince, David Bowie dan Leonard Cohen; serta kemenangan tim senam perempuan Amerika dalam Olimpiade.

Perceraian Brangelina & Pokemon

Dua peristiwa yang paling kurang menarik perhatian dari 10 pilihan yang ada adalah perceraian aktris Angelina Jolie dan Brad Pitt, serta fenomena aplikasi permainan baru “Pokemon”, yang digambarkan sebagai “peristiwa yang bisa dilupakan”.

Jajak pendapat AP-Times Square Alliance Poll yang dilakukan pada 9-11 Desember atas 1.007 orang dewasa di Amerika, menggunakan model Knowledge Panel yang didasarkan pada probabilitas. Model ini dirancang untuk mewakili seluruh warga Amerika. Margin error survei ini minus 3 persen.

Survei ini dilakukan bersama oleh Associated Press dan pengelola Times Square yang menjadi lokasi puncak perayaan Malam Tahun Baru yaitu Times Square Alliance and Countdown Entertainment. Alliance adalah kelompok nirlaba yang mempromosikan Times Square, sementara Countdown Entertainment mewakili pemilik One Times Square and the New Year’s Eve Ball Drop. [em]

XS
SM
MD
LG