Tautan-tautan Akses

AS

Jajak Pendapat: Pria di AS Ternyata Gemar Belanja


Pria-pria membawa kantung belanjaan di daerah perbelanjaan 5th Avenue di New York. (Foto: Dok)

Pria-pria membawa kantung belanjaan di daerah perbelanjaan 5th Avenue di New York. (Foto: Dok)

Data statistik menunjukkan bahwa definisi perilaku maskulin konvensional telah berkembang dan mencakup hal-hal yang dalam beberapa tahun lalu dianggap asing.

Sekitar setengah dari pria-pria di Amerika Serikat gemar berbelanja pakaian, banyak yang tidak suka datang ke klub penari telanjang dan adalah biasa bagi laki-laki di bawah usia 44 tahun untuk mengirim pesan pendek (SMS) bernada seksual kepada seseorang.

Demikian hasil sebuah jajak pendapat yang hasilnya diluncurkan Selasa (21/1).

Majalah Esquire melakukan survei pada lebih dari 1.000 pria dalam survei daring yang melihat perilaku laki-laki. Hasilnya menunjukkan bahwa normal bagi pria untuk sering mengatakan "Aku cinta padamu" dan terkadang menangis dalam bulan terakhir.

Dan meski bukannya tidak biasa bagi pria menggunakan pewangi tubuh atau cologne, lebih tidak umum adalah pria-pria yang menghitamkan kulit dengan semprotan atau mewarnai rambut mereka.

"Banyak pria diam-diam curiga apa yang mereka katakan atau lakukan tidak normal berdasarkan definisi-definisi tradisional kelelakian, dari bagaimana mereka peduli olahraga dan mobil sampai selera musik dan film mereka," ujar Richard Dorment, editor senior di Esquire.

Konsep maskulinitas telah menjadi lebih luas dan fleksibel, tambahnya, dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dan pas dalam lingkungan terlihat berkurang seiring usia.

Untuk survei tersebut, Esquire bertanya pada 1.032 pria mengenai topik-topik mulai dari memasak untuk keluarga dan teman, klub penari bugil dan menonton konser, sampai mengirim SMS dengan pesan seksual yang eksplisit dan seberapa sering mereka melakukan hubungan seks.

Survei itu menunjukkan bahwa para pria yakin bahwa sering mengatakan "Aku cinta padamu" adalah normal dan bahwa mereka telah menangis dalam sebulan terakhir.

"Ada beberapa hal mengenai maskulinitas yang bertahan dari generasi-generasi sebelumnya, terutama ketertarikan dan penekanan terhadap olahraga dan kegembiraan yang didapat dari menonton dan bermain olahraga," ujar Dorment.

Namun perilaku-perilaku lain telah menjadi umum dalam cara yang menurut Dorment berkembang dari definisi normal.

Menangis adalah normal, demikian juga menggunakan pelembab, produk rambut dan mengirim SMS seksual, terutama pada usia di bawah 45 tahun.

Berhubungan seks lebih dari dua kali pada usia di atas 45 tahun adalah tidak normal, menurut jajak pendapat tersebut, sama tidak normalnya dengan tidak melakukan seks sama sekali untuk pria di bawah usia tersebut.

Sebanyak 26 persen pria Amerika berkulit hitam mengatakan mereka telah melakukan manikur pada enam bulan terakhir atau lebih lama, dibandingkan dengan 7 persen untuk pria kulit putih dan 10 persen untuk populasi pria secara umum.

Pria berusia 60 tahun ke atas juga dua kali lebih mungkin merasa diri mereka normal dibandingkan dengan pria di bawah umur 30 tahun.

Hasil survei ini dapat ditemukan di www.esquire.com/normal-quiz.

"Kami sangat terkejut melihat data statistik yang menunjukkan bahwa definisi perilaku maskulin yang konvensional telah berkembang dan mencakup hal-hal yang dalam beberapa tahun lalu dianggap sangat asing," ujar Dorment. (Reuters)
XS
SM
MD
LG