Tautan-tautan Akses

Bertambah Usia, Jackie Chan Ingin Tampil dalam Film Drama


Aktor Jackie Chan tiba di acara penghormatan untuk dirinya di Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills, di California, Juni 2013. (Reuters/Patrick T. Fallon)

Aktor Jackie Chan tiba di acara penghormatan untuk dirinya di Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills, di California, Juni 2013. (Reuters/Patrick T. Fallon)

Menginjak usia 59 tahun, aktor China yang dipuja karena peran-perannya dalam film laga mengatakan bermimpi membintangi film drama.

Jackie Chan tidak sedang ingin mengeluarkan deklarasi penting.

Bintang film bela diri dari Hong Kong, yang mengumumkan pada festival film Cannes di Perancis tahun lalu bahwa ia akan pensiun dari film laga, mengatakan bahwa setelah lebih dari 10 tahun berpikir untuk berhenti, ia akan membiarkan tubuhnya yang memutuskan.

“Ketika saya berusia 40an, media menanyakan hal itu dan saya bilang lima tahun lagi. Kemudian lima tahun lagi dan lagi sampai sekarang," ujar aktor Kung Fu tersebut dalam wawancara untuk mempromosikan film laganya Zodiac, yang dirilis di Amerika Serikat akhir pekan lalu.

"Enam bulan lagi saya berusia 60 tahun. Saya lihat saja sejauh mana saya bisa terus sampai tubuh saya mengatakan 'berhenti'," ujarnya.

Chan, yang dikenal melakukan sendiri aksi-aksi berbahaya dan menuntut ketahanan fisik di filmnya, telah tampil dalam lebih 100 film dan sekarang menulis, memproduksi dan menyutradarai film-filmnya di Asia.

"Saya bisa terluka. Makin sini makin melelahkan, tidak seperti sebelumnya," ujarnya mengenai periode 50 tahun penuh tendangan, pukulan dan putaran itu.

Tanda-tanda penuaan dalam Chan hanyalah kerut-kerut di sekitar mata. Fisiknya sendiri masih bugar, tapi ia tidak mau membuka rahasia kesehatannya.

Namun Chan mengatakan ia mungkin akan mulai menggunakan peran pengganti untuk adegan-adegan akrobatik, karena ia yakin Hollywood masih memberikannya peran yang itu-itu saja, bukannya peran dramatis.

"Mudah-mudahan penonton memaafkan saya karena menggunakan pemeran pengganti," ujar Chan seraya tersenyum lebar.

“Kasihan saya, tidak ada orang di Hollywood yang mau memberikan peran seperti dalam (film drama) Kramer vs. Kramer atau Sound of Music. Sebetulnya saya cukup pandai menyanyi, tapi tidak ada yang memakai saya di film seperti itu," ujarnya, mengacu pada film drama keluarga 1979 dan film musikal 1965 yang dua-duanya meraih Oscar.

"Yang kita pikirkan tentang Jackie Chan adalah Chris Tucker, Rush Hour satu, dua, dan tiga.. selalu saja laga-komedi, laga-komedi," ujarnya menyebut film yang dibintanginya bersama komedian Chris Tucker yang membuatnya terkenal di Hollywood 15 tahun lalu.

Chan sendiri sebetulnya sudah bermain drama dalam film sejarah 1911 yang diluncurkan 2011, mengenai revolusi yang menggulingkan dinasti kekaisaran China terakhir.

"Saya betul-betul berharap suatu saat produser atau sutradara Hollywood akan merekrut saya untuk bermain film drama. Saya akan sangat menghargainya," ujar Chan.

Peran-peran ideal bagi Chan adalah seperti peraih oscar 1988 Rain Man dan Tootsie (1982), yang keduanya dibintangi oleh aktor Dustin Hoffman.

"Hanya saja...Bahasa Inggris saya tak begitu fasih," jelas Chan.

Kendala itu juga yang membuatnya tidak jadi mengejar sebuah peran di The Interpreter, film thriller 2005 yang dibintangi Nicole Kidman dan Sean Penn. Chan mengatakan manajernya merasa peran itu baik namun memberitahunya bahwa dialog-dialognya terlalu sulit.

Chan mengatakan meski peran tersebut akan sulit dijalani, namun ia menyesal menolaknya karena ia kehilangan kesempatan untuk bekerja bersama Kidman dan sebuah kesempatan untuk memoles karirnya.

"Saya lihat begitu banyak bintang film laga datang dan pergi," ujar Chan. "Bintang film laga tak dapat bertahan terlalu lama, tidak seperti aktor drama. Aktor-aktor sebenarnya, seperti Robert De Niro, Dustin Hoffman, mereka hidup abadi.” (Reuters)
XS
SM
MD
LG