Tautan-tautan Akses

Jabatan Baru Kim Jong-un Diperkirakan Perkokoh Kontrol Otoriternya atas Korut


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (Foto: dok).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (Foto: dok).

Dalam sidang tertutup Majelis Tertinggi Rakyat yang dijadwalkan berlangsung Rabu (6/29), Kim kemungkinan akan ditunjuk sebagai ketua lembaga negara yang baru dipulihkan yang bernama Komisi Pusat Rakyat (CPC).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un diperkirakan akan menerima jabatan baru yang akan memperkokoh cengkeraman mutlaknya pada kekuasaan sementara mempertahankan pengaruhnya di kalangan militer.

Pemimpin muda tersebut saat ini memegang jabatan sebagai ketua Partai Pekerja Korea yang berkuasa dan ketua satu Komisi Pertahanan Nasional (NDC).

Dalam sidang tertutup Majelis Tertinggi Rakyat yang dijadwalkan berlangsung Rabu (6/29), Kim kemungkinan akan ditunjuk sebagai ketua lembaga negara yang baru dipulihkan yang bernama Komisi Pusat Rakyat (CPC).

Ahn Chan-il, seorang pembelot dari Korea Utara yang kini menjadi analis di World Institute for North Korean Studies, mengatakan, jika Kim Jong-un memonopoli posisi-posisi nasional tertinggi, selain posisi tertinggi di partainya, ia akan menjadi pemimpin tertinggi rezim.

CPC diciptakan pada 1972 untuk mengawasi militer dan lembaga-lembaga pemerintahan sipil. Kim Il Sung, mendiang pendiri negara itu dan kakek pemimpin yang sekarang, pernah menjabat sebagai ketua komisi itu. Namun, putranya, Kim Jong Il, menghapus CPC selama pemeritahannya dan memperkokoh peran NDC, yang memprioritaskan "songun," atau kebijakan yang mengutamakan militer. [ab/as]

XS
SM
MD
LG