Tautan-tautan Akses

Italia Serukan Gencatan Senjata, Indikasikan Perpecahan Misi NATO di Libya


Menlu Italia Franco Frattini mengusulkan gencatan senjata di Libya untuk memberi akses bagi bantuan kemanusiaan.

Menlu Italia Franco Frattini mengusulkan gencatan senjata di Libya untuk memberi akses bagi bantuan kemanusiaan.

Perancis dan Inggris menolak seruan Menlu Italia menghentikan tindakan militer untuk memberikan akses bagi bantuan kemanusiaan.

Kemungkinan perpecahan muncul mengenai serangan udara NATO terhadap pemimpin Libya Moammar Gaddafi ketika Perancis dan Inggris menolak seruan Italia akan penghentian tindakan militer untuk memungkinkan akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini hari Rabu menyerukan penghentian pertempuran supaya koridor bantuan dapat diadakan untuk membawa barang-barang bantuan ke penduduk Libya, yang kata Frattini sedang menghadapi “situasi kemanusiaan dramatis.”

Surat kabar Inggris Guardian mengutip ketua Liga Arab yang akan melepaskan jabatan, Amr Moussa, mengatakan dia juga menyerukan gencatan senjata, dengan mengatakan sudah tiba saatnya untuk mencapai penyelesaian politik untuk krisis tersebut.

Pernyataan Frattini tersebut menimbulkan kemarahan dari sekutu NATO lainnya, Perancis. Juru bicara kementerian luar negeri Bernard Valero mengatakan koalisi itu harus “meningkatkan tekanan terhadap Gaddafi” karena penghentian operasi akan memungkinkan Gaddafi memiliki waktu dan mengatur kembali kekuatan pasukannya.

Sementara Inggris, salah satu negara yang pertama mendukung pemberontakan Libya bersama dengan Perancis, setuju.

Pemimpin Libya Moammar Gaddafi mengeluarkan pesan audio yang disiarkan Rabu malam, menyebut negara-negara NATO “pembunuh” yang telah “membunuh anak-anak dan cucu-cucu kita.”

XS
SM
MD
LG