Tautan-tautan Akses

Italia dan Malta Minta Bantuan Atasi Masalah Migran


Para migran tiba di pelabuhan Valetta, Malta dengan kapal Angkatan Laut Malta (12/10).

Para migran tiba di pelabuhan Valetta, Malta dengan kapal Angkatan Laut Malta (12/10).

Perdana Menteri Malta Joseph Muscat melakukan kunjungan mendadak ke Tripoli untuk membahas arus pengungsi dengan Perdana Menteri Libya Ali Zidan, Minggu (14/10).

Italia dan Malta mengimbau bantuan lebih banyak dari negara-negara Eropa lainnya untuk mengatasi peningkatan tajam kedatangan kapal-kapal bermuatan pengungsi dari kawasan sub-Sahara dan Afrika Utara serta Timur Tengah di pantai-pantai mereka tahun ini.

Badan pengungsi PBB memperkirakan 32 ribu migran telah tiba di Malta dan Italia tahun ini.

Italia hari Senin menyatakan meningkatkan patroli angkatan laut dan udaranya di kawasan Laut Tengah dalam upaya mencegah terulangnya kecelakaan kapal yang menenggelamkan ratusan migran dalam beberapa hari ini. Perdana Menteri Enrico Letta mengatakan operasi itu diperlukan karena Laut Tengah telah menjadi kuburan.

Hari Minggu, Malta meminta Uni Eropa agar membangun strategi yang jelas untuk menangani para migran. Para pengungsi Suriah yang selamat dari kecelakaan kapal terbalik baru-baru ini di lepas pantai Malta, hari Minggu menyatakan mereka ditembaki anggota milisi sewaktu mengawali perjalanan berbahaya mereka dari Libya.

Perdana Menteri Malta Joseph Muscat melakukan kunjungan mendadak ke Tripoli hari Minggu untuk membahas arus pengungsi dengan Perdana Menteri Libya Ali Zidan. Hasil pertemuan tersebut belum diketahui.

Banyak migran melewati jalan darat ke Libya, di mana mereka membayar para penyelundup untuk mengangkut mereka ke wilayah pantai Eropa terdekat, yakni pulau Lampedusa, Italia, atau negara pulau Malta.

Muscat mengatakan ada 11 dokter, termasuk seorang ahli bedah syaraf dalam kelompok pengungsi Suriah terbaru yang tiba di negaranya.
XS
SM
MD
LG